Hukum_Kriminal
Senin 11 Oktober 2021 01:16
Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten menggelar jumpa pers, Ahad (10/10). (FOTO: Dok-Istimewa)
\"Share

SERANG - Melalui kuasa hukumnya Agus Setiawan, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten, menegaskan semua pihak diminta tidak menyudutkan FSPP-Banten terkait kasus dugaan korupsi dana hibah pondok pesantren (ponpes), Anggaran Tahun 2018 dan 2020 yang kini tengah memasuki babak persidangan di Pengadilan Tipikor Serang.

Hal tersebut disampaikan Agus Setiawan dalam konferensi pers, Ahad (10/10) di Gedung FSPP Banten, Jalan Lingkar Selatan, Cikulur, Kota Serang.

"Biarkan hukum bekerja dengan profesional. Kami menghormati proses hukum, menjunjung tinggi penegakan hukum," ujar Agus.

Pada kesempatan yang dihadiri para petinggi FSPP Banten, antara lain KH Sulaiman Ma'ruf/Ketua Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presidium) FSPP Banten, Wakil Wantimpres KH Ikhwan Hadiyyin dan Ketua Presidium KH Anang Azhari Alie, Agus juga mengatakan tidak menghendaki ada pihak-pihak yang mendiskreditkan FSPP.

"Masyarakat kami harapkan untuk tidak terprovokasi oleh statmen-statmen liar diluar sana,” cetus dia.

Selain itu pihaknya juga mengimbau semua pihak untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu jalanya proses hukum.

Dan Agus mengingatkan jika ada pihak-pihak yang tidak berkepentingan dengan sengaja menyudutkan, mendiskreditkan, serta menyerang kehormatan FSPP, maka pihaknya juga akan melakukan langkah hukum.

“Kami akan layangkan somasi sampai dengan langkah hukum. Ini penting karena selama ini kami diam," Agus kembali menegaskan.

Diketahui Kejati Banten telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, karena diduga terlibat pemotongan dana hibah untuk ponpes yang kini memasuki proses hukum di Pengadilan Tipikor Serang.

Mereka adalah pihak swasta, ES; pegawai Harian Lepas (PHL) alias honorer di Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), AG; dan pengurus salah satu Ponpes di Pandeglang, Tb AS.

Kemudian mantan Ketua Tim Evaluasi dalam penganggaran hibah ponpes Tahun 2018 dan Tahun 2020 yakni TS serta dan mantan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten, IS. (GUNG/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek