Lapsus
Senin 11 Oktober 2021 19:08
Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Pandeglang menggelar Musda II, Senin (11/10). (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Ketua Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten, KH Anang Azharie Alie, mengatakan, organisasi FSPP bukan sebuah wadah yang bias, melainkan betul-betul dalam kurun waktu 19 tahun telah hadir untuk ummat di Banten dan Nusantara. Dari tidak ada menjadi ada (FSPP-red).

Hal tersebut disampaikan KH Anang Azharie dalam sambutan pada acara Musyawarah Daerah (Musda-II), Tahun 2021 FSPP Pandeglang, di Pendopo Bupati Pandeglang, Senin (11/10).

"Ahamdulillah saya masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT, untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran terkait kiprah FSPP sejak berdiri tahun 2002 hingga kini," kata Kyai Anang dalam keteranganya diterima redaksi.

Mengapa?, kata dia, karena keinginan para Kyai dari berbagai basis organisasi dan lapisan, seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Mathlaul Anwar, Al Khairiyah dan lainnya.

"Dari pesantren tradisional hingga modern, mereka ingin menyatu dalam satu wadah pesantren yang bernama FSPP," jelas Kyai Anang.

Organisasi FSPP juga dikelola oleh para Kyai, para akademisi, pengusaha, profesional, hingga para pejabat, sambung dia.

Dengan tujuan menjalin tali silaturahmi antara pesantren-pesantren dan Kyai, serta menciptakan gagasan-gagasan pemberdayaan pesantren. Baik dibidang kemajuan pendidikan maupun kemajuan ekonomi.

"Maka, sangat dzolim kalau ada yang coba-coba memfitnah perjuangan FSPP dengan segala keikhlasannya dan ketawaduannya dengan tuduhan korupsi dan manupulasi dana hibah," tegas Kyai Anang.

"Apalagi untuk kepentingan pribadi-pribadi pengurusnya. Naudzubillah," cetusnya.

Tidak ada untungnya mendiskreditkan dan menyudutkan FSPP, bahkan merupakan kedzoliman, kebiadaban, lanjut dia.

"Kalau mau ya oknumnya saja, jangan nyeret-nyeret FSPP. Seharusnya banyak minta doa kepada pesantren-pesantren melalui FSPP, insyaallah cepat terkabul," demikian Kyai Anang.

Musda dengan protokol kesehatan ini juga dihadiri Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati, Ketua MUI Pandeglang KH Hamdi Ma'ani. Dengan mengusung tema "Perkokoh Ukhuwah dan Peradaban Pesantren di Bumi Seribu Ulama Sejuta Santri".

Sementara itu, Sekjen FSPP Kabupaten Pandeglang Ustaz M Irfan mengatakan, kedepan pihaknya memiliki dua program untuk tetap memperkokoh kemandirian organisasi.

"Dua porgram tersebut yakni, pemberdayaan ekonomi pondok pesantren dan digitalisasi database pondok pesantren," ujar dia.

Menurut irfan, FSPP merupakan wadah perkumpulan Pondok Pesantren secara institusional yang memiliki legacy dan kekuatan badan hukum.

"Sebagaimana ketentuan organisasi di Republik Indonesia secara normatif dan tetap berdasarkan atas nilai-nilai dan norma yang terdapat dalam UUD 1945 dan dasar-dasar Pancasila," jelas dia. (GUNG/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek