Ekonomi
Selasa 12 Januari 2021 17:02
Pemerintah Kota Tangerang melaunching angkutan umum Si Benteng, Ahad (10/01). (FOTO: Eko)
\"Share

TANGERANG - Desakan Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Saeroji terkait penambahan RSUD mendapatkan tanggapan serius dari Pemerintah Kota Tangerang.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sugiharto Achmad Bagja. Ia mengatakan saat ini telah dilakukan uji kelayakan atas Permenkes 43 tahun 2019 tentang pusat kesehatan masyarakat.

Dirinya menjelaskan, dalam Permenkes tersebut tidak ada lagi puskemas yang melakukan perawatan inap, namun hanya boleh puskesmas non rawat inap.

"Kemarin yang dilakukan uji kelayakan bukan Puskesmas rawat inap tapi mengarah RS tipe D," ujar Sugiharto pada awak media, Selasa (12/01).

"RS tipe D ini hanya dilakukan puskesmas Jurumudi Baru," tambah dia.

Sugiharto menjelaskan, alasan pemilihan Puskesmas Jurumudi Baru untuk dijadikan RS tipe D, karena keterbatasan RS swasta yang berada di wilayah tersebut.

Saat ini masih dalam proses uji kelayakan sehingga belum termasuk proses Detail Engineering Design (DED). Namun setelah itu dilakukan baru dilakukan proses implementasi.

"Tapi sekarang ini yang ada di puskesmas disana (Jurumudi Baru) ada yang rawat inap, cuman yang sekarang sesuai Permenkes 43 / 2019 ini cuma dua opsinya rawat inap dan non rawat inap," katanya.

Sementara, Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo menegaskan penambahan RSUD dinilai sangat bagus. Namun, harus ada standarisasi persyaratan yang harus ditempuh untuk dijadikan RSUD.

"Saya belum tahu pasti lahan yang di tujukan luasnya berapa namun yang pasti ada sejumlah syarat yang harus ditempuh," ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Terpisah, tokoh masyarakat Cimone Karawaci, Imam Supomo berpendapat, saat ini Kota Tangerang lebih membutuhkan fasilitas kesehatan sebagai pelayanan dasar bagi masyarakat.

"Apa urgensinya Pemkot Tangerang terus mengadakan dan membeli kendaraan angkutan seperti si Benteng dan Bus Tayo. Ini sama sekali tidak relevan, lebih baik terus upayakan layanan kesehatan, ini lebih mendasar," cetus Imam kepada BantenExpres, Selasa (12/01).

Menurut senior aktivis ini, Kota Tangerang lebih tepat membangun rumah sakit (RSUD) milik pemerintah ketimbang belanja seperti angkutan umum si Benteng.

"Apalagi kondisi sekarang ini sedang Covid-19 dimana diketahui Kota Tangerang kasusnya terus meningkat, eh ini Pemkot malah launching angkot Si Benteng. Pemkot tidak bijak," ujarnya.

Tak elok rasanya disaat masyarakat tengah dilanda wabah pandemi virus Corona, tapi Pemkot Tangerang malah belanja barang kendaraan, sambungnya.

"Terlepas itu pembelian anggaranya tahun lalu, tapi saat ini lebih baik Pemkot Tangerang bagaimana memikirkan pelayanan kesehatan, bangun rumah sakit milik pemerintah agar masyarakat benar-benar terlayani dalam kesehatan. Tidak penting ada Si Benteng," tandas Imam.

Diketahui, Pemkot Tangerang akhirnya melaunching angkutan kota (Angkot) super mewah Si Benteng di Terminal Cimone, Kota Tangerang, Minggu (10/01) kemarin.

Angkutan super mewah tersebut pun sempat mangkrak dan mendapatkan kritikan dari berbagai elemen masyarakat.

Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan kehadiran angkot Si Benteng salah satu upaya meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat dalam bidang transportasi.

"Kita berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Transformasi Si Benteng ini aman dan nyaman," ujar Sachrudin. (ZIE/EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek