Lapsus
Selasa 25 Desember 2018 16:23
Foto tampak atas erupsi Gunung Anak Krakatau berberapa hari lalu. (FOTO: IDN Times)
\"Share

BANTENEXPRES - Gunung Anak Krakatau hingga saat ini terus erupsi. Namun diperkirakan jika Gunung Anak Krakatau ini meletus maka letusannya tidak akan sedahsyat erupsi gunung Krakatau pada 1883.

"Tidak akan, kenapa? Karena saat itu tiga gunung di Selat Sunda yang meletus bersamaan yaitu Gunung Krakata, Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kepada pawarta  di Jakarta, Selasa (25/12).

Pada 27 Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus dimana letusan ini adalah salah satu letusan gunung api paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah. Letusan tersebut menyebabkan 36.417 orang menjadi korban dan tsunami yang dihasilkannya.

Dampak letusan juga dirasakan di seluruh penjuru dunia. Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi  atmosfer.

Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York. Sutopo menjelaskan, saat itu setelah letusan terjadi ketiga gunung juga habis akibat erupsi, baru pada 1927 muncul anak Gunung Krakatau yang dinamakan Gunung Anak Krakatau.

Sutopo menambahkan, banyak para ahli menyatakan bahwa untuk menghasilkan letusan yang besar masih diperlukan waktu 500 tahun ke depan.Gunung Anak Krakatau terus meninggi karena setiap tahun tumbuh antara empat hingga enam meter. (DIR)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek