Hukum_Kriminal
Kamis 07 Oktober 2021 20:41
Petugas BPBD Kota Tangerang mengevakuasi korban tewas menghirup gas beracun. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

TANGERANG - Lima orang ditemukan tewas di dalam lubang kontrol jaringan yang diduga pipa milik Telkom, di jalan menuju Perumahan Taman Royal I, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kamis (07/10) petang.

Kelimanya tewas di tempat setelah diduga menghirup gas beracun di dalam lubang jaringan yang lokasinya tak jauh dari kantor Telkom tersebut.  

Pantauan dilapangan, proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas BPBD Kota Tangerang terhadap ke lima korban, dilakukan sejak siang hingga pukul 19.00 WIB.

Tiga korban di antaranya dievakuasi pada siang hari. Sementara dua korban lainnya dievakuasi malam ini. Hingga kini belum diketahui identitas kelima korban tersebut.

Kejadian itu tengah ditangani oleh Polsek Cipondoh Polres Metro Tangerang Kota. Pihak kepolisian setempat masih melakukan indentifikasi para korban.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, tiga korban tewas diduga pekerja Telkom yang saat itu hendak melakukan pengecekan jaringan pipa melalui lubang kontrol.

Sedangkan dua orang lainnya kabarnya merupakan karyawan salah satu depot air isi ulang yang mencoba menolong ketiga pekerja Telkom yang lebih dulu berada di dalam lubang pipa tersebut.

"Tiga korban pekerja Telkom. Kalau yang dua itu katanya karyawan depot air isi ulang yang saat itu mencoba menolong kedua pekerja Telkom yang saat itu dari dalam lubang berteriak meminta tolong," ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

"Katanya lubang tersebut memang sudah lama nggak pernah dibuka, kemungkinan karena banyak dan mungkin ada juga bangkai tikus atau ular, sehingga menimbulkan gas beracun," terangnya.

Kapolsek Cipondoh Kompol Ubaidillah mengatakan, peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ini, pihaknya tengah mendalami kejadian tersebut. Pihaknya juga sudah melaporkan ke Kapolres tentang kejadian itu.

Ubaidillah mengungkapkan, pihaknya menduga dalam peristiwa itu kemungkinan ada gas yang diakibatkan oleh air yang menguap dari comberan, sebab pihaknya mendapat informasi jika lubang tersebut sudah lama tidak dibuka.

“Ya kemungkinan ada gas alam yang artinya gas ada didalam tanah ini menguap dari comberan itu. Itu saja untuk sementara masih kita dalami dan jenazah sudah dibawah ke rumah sakit,” tambahnya. Ia pun memastikan masih mendalami kelima korban itu apakah semua pekerja atau bukan.

Sementara salah satu pegawai PT Telkom yang ditemui di lokasi membantah jika beberapa dari korban tewas merupakan pekerja dari PT Telkom. Ia pun menyebut jika jaringan pipa Telkom di lokasi tersebut milik PT SKA selaku vendor Indi Home Telkom.

"Itu (jaringan,red) punya PT SKA. Kita juga masih menunggu kabar. Tidak ada petugas Telkom (yang jadi korban,red)," ujar pegawai yang enggan mengungkapkan identitasnya itu. (DRA/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek