Ekonomi
Senin 26 Februari 2024 20:49
Aliansi Mahasiswa Banten mengancam akan melakukan aksi ke jalan bila pemerintah tidak menurunkan harga beras. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Provinsi Banten, mengecam keras pemerintah atas keputusan politik yang menghasilkan kelangkaan dan kenaikan harga beras yang tinggi.

Seperti diketahui, saat ini harga pangan terutama harga beras melambung tinggi di pasaran. Beras premium pun diatas Rp18 ribu per kilogramnya.

Menurut para mahasiswa ini, melambungnya kenaikan harga beras yang luar biasa massif tersebut dapat merugikan masyarakat. 

"Seharusnya pemerintah sudah bisa memperhitungkan bawasanya hasil dari keputusan politik tersebut tidak merugikan masyarakat, dan bahkan ini bisa mengorbankan khalayak umum," ujar Shandi, Koordinator Aliansi Mahasiswa Banten saat konferensi Pers, di Universitas Raharja, Kota Tangerang, Senin (26/02).

Shandi menyatakan, kenaikan harga beras sangat tidak masuk akal karena hanya dalam kurun waktu kurang dari sepekan beras mengalami kenaikan harga sebanyak dua kali.

Ia mencontohkan, beras medium dari harga Rp10.000 per kilogram mengalami kenaikan hingga Rp14.000, dan beras premium dari harga Rp12.000 per kilogram naik menjadi Rp18.000 per kilogram.

"Padahal Indonesia adalah negara agraris. Kenaikan harga yang sangat tiba-tiba ini sangatlah tidak masuk akal," cetus dia.

Menurutnya, alasan kenaikan harga beras ini bukan hanya karena adanya fenomena El Nino yang berapa bulan ini sedang terjadi. Namun, dampak pesta demokrasi yang sudah di lewati berupa kebijakan bansos yang ugal-ugalan tanpa memikirkan ketersediaan pasokan.

"Sehingga kebijakan (bansos) ini memberikan dampak besar atas kelangkaan beras," sambungnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, pasca pemilu 2024 tren kenaikan harga bukan hanya terjadi pada harga beras. Tetapi juga terjadi pada BBM, listrik, hingg tarif tol pun di sinyalir bakal alami kenaikan.

"Maka, kami hari ini menolak kenaikan harga beras, tarif dasar listrik, tol, dan mendesak agar pemerintah untuk segera menurunkan harga sembako," kata dia.

"Kami juga menolak pelaksanaan pemilu curang," Shandi menambahkan.

Mengingat lagi, lanjutnya, masyarakat Indonesia khususnya umat muslim sebentar lagi akan menghadapi bulan suci Ramadan. Dimana kebutuhan konsumsi pangan juga akan lebih besar.

"Kalau pemerintah tidak segera menurunkan harga beras, dan menunda kenaikan TDL dan Tol, kami mahasiswa di Banten akan turun besar-besaran ke jalan," kembali Shandi menegaskan.

(ZIE/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek