Politik
Selasa 18 Desember 2018 07:46
Calon Wakil Presiden Ma;ruf Amin. (FOTO: BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

SERANG - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin menanggapi serius hasil survei elektabilitasnya bersama pasanganya Joko Widodo yang kalah di sejumlah daerah di Provinsi Banten. Dia mengaku akan melakukan konsolidasi dan kerja keras untuk bisa unggul, terutama di Kabupaten Serang.

"Kita melakukan konsolidasi untuk menangkan pilpres di 3 kabupaten itu. Terutama Kabupaten Serang dan ini masih agak belum menggembirakan karena perlu upaya ekstra dan gerakan massif,” ujar Ma’ruf dalam acara Silaturahmi Nahdliyyin Kabupaten dan Kota Serang serta Kota Cilegon, di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Ahad (16/12) kemarin.

Ketua MUI ini yakin akan unggul di Kabupaten Serang. "Pemahaman ini akan kita sosialisasikan, terutama Kabupaten Serang. Saya optimis Kabupaten Serang akan dimenangkan," kata dia yakin. Untuk memenangkan itu, ia bersama tim pemenangan, akan melakukan gerakan massif. Caranya dengan melakukan door to door berkunjung ke santri- antri dan ulama dari kampung ke kampung.

"Pertama kita membangunkan mereka, itu santri banyak diamnya. Kurang agresif. Karena itu kita bangunkan mereka dan beri kesadaran dan gerakan door to door agar mereka aktif. Saya ini kan kiai dari Banten, kiai harus milih kiai, ustaz milih kiai, santri milih kiai," ucapnya.

Diketahui pada Pilpres 2014 silam, pasangan Jokowi-JK di Banten hanya mendapatkan 42,90 persen suara dibandingkan Prabowo-Hatta yang meraup 57,10 persen.

Dalam kesempatan ini, Ma'ruf juga mengajak masyarakat untuk membantah tudingan bahwa dipilihnya ia sebagai cawapres oleh Presiden Joko Widodo hanya akan jadi alat.

"Masa saya jadi alat. Saya tentu paham politik. Sebab sejak muda saya sudah jadi anggota DPRD DKI, menjadi anggota DPR-MPR, menjadi Dewan Pertimbangan Presiden dua periode, menjadi Rais Amm PBNU, Ketua MUI, masa bisa diperalat. Saya menerima tawaran menjadi wapres adalah untuk memperjuangkan kemaslahatan bangsa ini," ungkap Ma'ruf.

Ia juga mengatakan bagaimana upayanya dalam mensejahterakan umat mendapat respon positif di era Presiden Jokowi. "Saya pernah usul kepada Pak Jokowi, ekonomi Islam itu sangat penting bagi umat, sekaligus juga potensial untuk meningkatkan ekonomi nasional. Di antaranya adalah konsep bagi hasil," ujarnya.

"Kemudian Pak Jokowi setuju membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah. Saya usulkan juga agar Presiden langsung yang menjadi ketua komitenya," sambung Ma'ruf. (MUH/EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek