Lapsus
Rabu 05 Desember 2018 08:14
Skuad Persita Tangerang. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

BANTENEXPRES – Pupus sudah impian skuad Persita Tangerang untuk lolos ke Liga 1 Indonesia sepakbola level tertinggi di tanah air. Pasukan dengan julukan Pendekar Cisadane ini kandas di tangan Kalteng Putra, pada rebutan juara 3 Liga 2 Indonesia.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (04/12) Persita Tangerang kalah dengan menyakitkan, 0-2 pada babak-babak awal hingga babak akhir tak dapat menyamakan kedudukan.

Bagaimana tidak sakit, perjuangan Pendekar Cisadane ini sangat diharapkan semua lapisan pecinta sepakbola di Tangerang untuk menang dan berhasil lolos ke Liga 1, divisi utama. Kalah oleh Kalteng Putra dan menempati posisi 4 Liga 2 Indonesia praqtis tidak akan bisa bermain di Liga 1 Indonesia musim depan.

Harapan semua pihak untuk masuk di liga 1 Indonesia tahta tertinggi sepakbola tanah air pun pupus, mungkin sesak kesedihan, tangis dan rasa kecewa menyelimuti seluruh para pemain, official juga para suporter alias fans Persita Tangerang yang terkenal begitu militan di Banten hari itu.

Tragis memang, tinggal satu langkah lagi Persita Tangerang membuat kembali dan mengukir sejarah di ranah sepakbola, akhirnya kalah dan kecewa itulah yang harus diterima semua pihak. Pertanyaan menguak, bagaimana-kenapa Persita Tangerang gagal lolos menuju Liga 1 Indonesia.?

Pelatih Persita Tangerang, Wiganda Saputra, mengakui salah menerapkan strategi saat laga perebutan peringkat ketiga Liga 2 melawan Kalteng Putra ini. Persita pun harus mengubur mimpi tampil di Liga 1 musim depan.

Coach Wiganda merasa keliru menurunkan pemain yang berimbas kepada penampilan tim secara keseluruhan pada duel ini. "Ini kesalahan saya pribadi karena ada beberapa pemain seperti Egy Melgiansyah dan Ade Jantra yang kebetulan beberapa hari lalu sesak nafas karena terserang virus,” kata Wiganda kepada pewarta saat konferensi pers pascalaga.

“Seharusnya, kedua pemain itu tidak bermain dan harus istirahat, tetapi saya paksakan untuk masuk ke line up. Saya butuh pemain itu karena pengalaman,” ujar dia.

Ia pun mengatakan, mewakili seluruh pemain meminta maaf kepada seluruh pendukung Persita Tangerang terutama yang sudah hadir di stadion. “Mungkin hari ini tidak mengenakan bagi saya, karena kami kalah, dan tidak lolos ke Liga 1. Semua pemain bersedih karena kemarin kami sudah kompak untuk lolos ke Liga 1 apa pun itu caranya. Ternyata hasilnya, kami kalah 0-2,” ujar Wiganda.

Kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2018 berakhir sudah. Persita Tangerang gagal menuju Liga 1 karena bertengger di posisi 4. Semenetara, posisi 3 (Kalteng Putra) dan runner-up  (Semen Padang) dipastikan promosi ke Liga 1 musim depan bersama sang pemenang juara Liga 2 Indonesia, Super Elang Jawa alias PSS Sleman.

Sebagai informasi, pada laga semi final putaran pertama, Persita Tangerang berhasil mengalahkan tim Semen Padang, dengan skor 1-0, di Stadion Benteng Taruna Kelapa Dua Tangerang, Minggu (25/11) lalu. Harapan untuk melaju ke final pun begitu besar.

Bupati Tangerang Zaki Iskandar, kepada wartawan mengatakan akan mengguyur para skuad Persita Tangerang dengan bonus, jika berhasil masuk Liga 1 Indonesia apalagi sampai menjadi juara.

Zaki pun saat itu terlihat sangat yakin Persita akan masuk final, pasukan Pendekar Cisadane ini mampu mengalahkan Semen Padang dan lolos masuk Liga 1. Tapi apa daya, di kandang Semen Padang, Persita Tangerang kalah dengan skor 3-1.

Sebenarnya asa untuk masuk Liga 1 Indonesia masih terbuka lebar, berpeluang bila Persita Tangerang berhasil menjadi juara 3, mengalahkan Kalteng Putera. Namun, semua berduka, keberuntungan belum bersama Persita Tangerang. Tetap Semangat Pendekar Cisadane!!. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek