Lapsus
Selasa 05 November 2019 23:16
Gus Im saat berkunjung di istana Al Hambra, Kota Granada, Spanyol.
\"Share

BANTENEXPRES - Spanyol! Siapa sih yang tidak ingin menginjakkan kaki ke sana? Negara dengan kultur budaya yang beragam ini emang pas dijadikan salah satu destinasi wisata. Selain punya banyak festival menarik, bahasa yang seksi, kita juga bisa melihat bangunan unik yang dirancang oleh Gaudi, belajar tari flamenco, melihat adu banteng, dan juga mencicipi Tapas yang menggugah selera.

Dalam kesempatan kunjungan saya ke negeri Matador beberapa hari lalu, dalam rangka studi banding toleransi kehidupan sosial dan wawasan kebangsaan di Maroko dan spanyol, saya menyaksikan ketakjuban yang luar biasa meski hanya sisa-sisa jejak kejayaan Islam yang pernah berkuasa hampir 800 tahun itu.

Sebagian besar kaum muslimin tentu mengetahui bahwa Islam pernah berjaya selama hampir 800 tahun di tanah Eropa, tepatnya di Andalusia, atau sekarang lebih dikenal sebagai Spanyol. Peristiwa penaklukkan Andalusia yang terjadi pada tahun 711 M masih menjadi salah satu kisah paling populer dalam dunia Islam.

Kala itu, pasukan kaum muslimin yang hanya berjumlah sekitar 1700 orang di bawah pimpinan seorang yang bernama Thariq bin Ziyad berhasil merebut dataran Iberia. Penaklukan ini terus berlangsung selama bertahun-tahun, hingga akhirnya satu per satu kerajaan di sekitar wilayah tersebut jatuh ke dalam kekuasaan Islam.

Selama lebih dari tujuh abad, dari 8 M sampai 15 M, peradaban Islam pernah berakar kuat di Spanyol. Wilayah kekuasaan Islam itu lebih dikenal dengan Andalusia. Andalusia boleh saja lepas dari kekuasaan Islam. Tetapi jejak peradaban Islam di wilayah barat daya Eropa masih bisa ditelusuri hingga kini dan menjadi situs sejarah yang berharga sekaligus objek wisata di Spanyol. 

Meski sebagian peninggalan tersebut telah beralih fungsi, seperti masjid Cordoba di masa Dinasti Umayyah yang sekarang difungsikan sebagai Gereja Katedral Katolik (Catedral de Cordoba), tak sedikit pula yang masih bertahan hingga sekarang. Warisan peradaban Islam itu bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga berupa istana, benteng, hingga bendungan.  

Kemajuan Peradaban Islam di Spanyol

Islam berkuasa di Spanyol selama ratusan tahun lamanya. dalam kurun waktu yang sangat lama itu, berbagai kemajuan berhasil dicapai, baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun arsitektur bangunan.

Di bidang filsafat misalnya, Islam berperan sebagai jembatan penyebrangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad ke-12. Tercatat sejumlah tokoh filsafat pun muncul seperti Ibnu Bajjah, Ibnu Thufail sampai Ibnu Rusyd dari Cordoba.

Lalu di bidang kedokteran, ada juga tokoh yang sangat populer pada abad ke-12 yaitu Ibnu Sina. orang Barat mengenalnya dengan panggilan Avicenne. Ia membuat sebuah karya besar yaitu buku berjudul Al-Qanun.

Dunia kedokteran Barat juga berhutang budi pada Az-Zahrawi yang dikenal sebagai orang pertama yang mengenalkan teknik pembedahan manusia. Az-Zahrawi menyusun ensiklopedi pembedahan yang karya ilmiahnya dijadikan referensi dasar bedah kedokteran selama ratusan tahun. sejumlah universitas termasuk yang ada di Barat pun menjadikan karyanya ini sebagai acuan.

Kemudian di bidang sains, ada banyak nama yang menjadi pencetus awal, misalnya Abbas bin Firnas yang pertama kali mencoba menemukan alat transportasi penerbangan. Ada juga nama Az-Zarqalli, astronom muslim kelahiran Cordoba yang pertama kali mengenalkan astrolable, sebuah instrument yang digunakan untuk mengukur sebuah bintang dari horizon bumi. Penemuan ini menjadi revolusioner karena sangat membantu navigasi laut.

Sementara pakar geografi, Al-Idrisi, yang lahir di Ceuta pada 1909 M juga menemukan dan memperkenalkan teknik pemetaan dan metode proyeksi. Sebuah metode yang sama dengan yang dikembangkan Mercator, 4 abad kemudian.

Selain itu, ada nama Ibrahim bin Yahya an-naqqash yang terkenal dalam ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menetukan waktu lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang.

Dibidang arsitektur bangunan, tak bisa dibantah lagi bahwa peradaban Islam di Spanyol telah menyumbangkan karya yang luar biasa. Beberapa diantaranya pembangunan megah peninggalan Islam adalah Masjid Cordoba, Medina Az-Zahra, Istana Alijaferia di Zaragoza, tembok Toledo, istana Alhambra di Granada, dan lain-lain.

Bukti Peninggalan Islam di Spanyol

Ada beberapa bukti peninggalan di Spanyol yang menjadi saksi sejarah peradaban Islam di tahah Matador Yang masih bisa kita saksikan sampai saat ini diantaranya yang mencolok  adalah Granada dan Cordoba.

1. Granada

Granada merupakan kerajaan Islam terakhir yang berkuasa di Spanyol. Di kota ini, Sultan Muhammad bin al-Ahmar mendirikan kerajaan Bani Ahmar. Pada puncak keemasannya, dinasti ini berhasil mendirikan bangunan yang monumental dan menjadi symbol kejayaan Islam yaitu istana Alhambra.

Nama Alhambra sendiri diambil dari bahasa Arab, hamra, bentuk jamak dari ahmar yang berarti merah. Dinamakan istana Alhambra karena istana ini banyak dihiasi ubin-ubin dan bata-bata berwarna merah, serta penghias dindingn yang agak kemerah-merahan dengan keramik yang bernuansa seni Islami, selain marmer-marmer yang putih nan indah.

Istana ini juga dilengkapi dengan taman dan bunga-bunga. Istana Alhambra dikelilingi oleh benteng dengan plesteran yang kemerah-merahan. Yang unik lagi pada bagian luar dan dalam istana ini ditopang oleh pilar-pilar panjang sebagai penyangga dan penghias istana. Dinding luar dan dalam istana banyak dihiasi kaligrafi dan ukiran khas yang sangat sulit dicari tandingannya hingga kini.

Istana Alhambra terletak di Kota Granada, Spanyol. Istana ini adalah pusat kekuasaan Dinasti Bani Ahmar, yang merupakan dinasti Islam terakhir di Andalusia. Istana ini menjadi saksi bisu kejayaan dan juga kehancuran imperium Islam di Andalusia.

2. Cordoba

Cordoba terletak di sebelah selatan Spanyol dan merupakan salah satu kota paling kaya peninggalan sejarah Islam. Kota ini pernah menjadi ibukota saat pemerintahan Bani Umayah di Spanyol dari tahun 711 sampai 1039 M.

Di Cordoba, ada Mezquita Cathedral atau Masjid Cordoba. Bangunan yang dialihfungsikan sebagai Katedral Cordoba ini awalnyamerupakan sebuah gereja bernama Katedral Saint Vincent yang dibangun tahun 600 M. Ketika Islam berhasil menaklukan Spanyol, gereja tersebut diubah menjadi Masjid.

Jika kita melihat langsung dengan mata telanjang betapa apa yang Allah gambarkan dalam Al-Quran sungguh sangat meyakinkan kita bahwa segala sesuatu pasti ada masanya, kejayaan suatu umat ada batasnya, “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia…” (QS Ali Imran ayat 140).

Terakhir, banyak yang dapat di petik dari hasil studi banding toleransi kehidupan sosial dan wawasan kebangsaan untuk lebih mencintai dan merawat NKRI, semoga juga anda…

Demikian catatan perjalanan saya selama di negeri Matador, Spanyol.

Oleh: Ahmad Imron (Gus Im): Pengasuh Ponpes Darul Falahiyah Cisoka Tangerang

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek