Hukum_Kriminal
Kamis 23 September 2021 23:44
Epa Emelia bersama Pabuadi memberikan keterangan kepada awak media di kawasan Neglasari, Kamis (23/09) malam. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Epa Emelia (42), Anggota DPRD Kota Tangerang F-PDI Perjuangan melaporkan balik seorang kontraktor bernama Jopie Amir (51), yang sebelumnya telah melaporkan Epa atas dugaan kasus pemukulan yang terjadi pada Minggu (19/09) malam lalu.

Epa melaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (22/09) dengan laporan penganiayaan, karena menurutnya dialah yang sebenarnya menjadi korban, sehingga terjadilah insiden pemukulan yang dilakulan oleh sopir pribadinya, Pabuadi.

Dia menuturkan, kasus tersebut berawal dari kerjasama antara Epa dengan JA, terkait pengadaan interior untuk rumahnya.

Adapun kasus dugaan penganiayaan tersebut terjadi di rumah kontrakan JA, Kedawung Wetan, Kecamatan Neglasari pada minggu malam. Berawal saat Epa menagih komitmen pengadaan interior yang juga tak kunjung selesai pengerjaanya sementara uang Epa sudah habis banyak.

Namun, dirumah kontrakan JA inilah terjadi cekok yang berbuntut penganiayaan, hingga membuat Pabuadi dengan spontan memukul JA dengan senjata api jenis air softgun. Karena merasa Epa terancam saat itu.

Pengakuan Epa, ia dipiting JA yang membuat memar pada lenganya. Tapi pasca insiden ini, lanjut Epa  sebenarnya sudah terjadi perdamaian, yang dinyatakan diatas materai, disaksikan beberapa orang saksi malam itu.

"Saya datang untuk mempertanyakan uang yang sudah saya transfer. Jawaban JA sudah diberikan ke si pembuatnya. Katanya sudah transfer Rp175 juta, sedangkan pengakuan si pembuat interior baru Rp125 juta," terang Epa saat konferensi pers, Kamis (23/09) malam.

"Sehingga interior itu tak kunjung juga selesai, padahal uang sudah saya transfer banyak. Udah lama juga pesan interior itu, tapi berbulan-bulan gak selesai makanya saya tagih," imbuh dia menjelaskan.

Ia berkata, saat peristiwa itu terjadi di dalam rumah kontrakan tersebut ada JA beserta empat orang rekananya. Sedangkan Pabuadi, sopir yang mengantar Epa menunggu di luar.

"Akhirnya perdebatan hingga rebutan HP tarik-menarik, tangan saya terpelintir sampai saat ini pun sakit hingga kesakitan, masuknya Pabuadi untuk melerai," kata dia lagi.

Pada kesempatan ini, kepada awak media--Epa juga menegaskan persoalan yang tengah menimpanya adalah murni persoalan pribadi, tidak ada kaitanya dengan partai maupun lembaganya (DPRD).

"Persoalan ini murni urusan personal, sengketa bisnis saya. Tidak ada kaitanya dengan partai dan lembaga DPRD saya. Sebagai warga negara yang baik, saya siap menghadapi proses hukum nantinya," ujar Epa di dampingi Pabuadi.

Sementara itu, Pabuadi mengakui bahwa ia telah memukul JA karena melihat Epa terancam, hingga kemudian ia refleks memukul JA dengan senjata air softgun miliknya.

"Iya itu senjata jenis air softgun milik saya. Saat ini sudah saya serahkan di Polres saat Epa membuat laporan," kata Pabuadi saat dicecer awak media prihal kepemilikan softgun tersebut.

Diketahui sebelumnya, Jopie Amir (JA) melaporkan Anggota DPRD Kota Tangerang Epa Amelia dan Pabuadi ke Polres Metro Tangerang Kota atas dugaan pemukulan yang menyebabkan ia mengalami luka di kepala. (ZIE/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek