Politik
Rabu 10 April 2019 07:34
Joko Widodo dan Prabowo Subianto saat debat Pilpres kemarin. (FOTO: BBC)
\"Share

BANTENEXPRES - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong umat Islam Indonesia menggunakan hak pilihnya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab untuk memilih pemimpin (nashbul imam) sesuai hati nurani. Karenanya, MUI mendorong umat Islam untuk memilih pemimpin yang cerdas.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Zainut Tauhid Sa'adi menyampaikan, MUI mendorong umat Islam memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (shiddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh). Serta mempunyai kemampuan (fathonah) dan memperjuangkan kepentingan umat Islam.

"Terkait (pemimpin yang akan menjadi) penyelenggara negara khususnya pemerintah harus memenuhi syarat, antara lain, memiliki kemampuan nalar atau kecerdasan untuk menetapkan kebijakan yang menyangkut rakyat dan kemaslahatan mereka," kata Zainut saat menyampaikan Taushiyah MUI tentang Pemilu Serentak 2019 di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (09/04) malam.

Pemimpin juga harus memiliki kemampuan, ketahanan fisik dan mental dengan landasan iman dan taqwa. Sehingga bisa membuatnya mampu untuk menyelesaikan berbagai krisis dan menetapkan hukum serta kebijakan secara benar, Zainut menambahkan.

Seperti diketahui, Pemilu serentak 2019 bakal digelar tinggal sepekan lagi [17 April]. Pemilihan anggota legislatif, untuk Kota, Kabupaten, Provinsi, DPD dan DPR-RI bakal dibarengi dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek