Lapsus
Kamis 26 Januari 2023 15:12
Gubernur Banten periode 2017-2022 Wahidin Halim menunjukan karung yang berisi puluhan ekor ular. (FOTO: video crop-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Partai NasDem meminta polisi mengusut pelemparan paket karung berisi puluhan ekor ular kobra ke rumah eks Gubernur Banten Wahidin Halim, pada Rabu (25/01) dini hari. Pelemparan dilakukan menjelang kedatangan bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan.

"Kami meminta polisi mengusut tuntas pelaku teror di rumah Wahidin Halim, serta membongkar motif dan otak dari peristiwa tersebut," ujar Ketua DPP NasDem Taufik Basari melalui keterangan kepada media, di Jakarta, Kamis (26/01).

Anggota Komisi III itu menyampaikan pelemparan kobra tersebut tak boleh dibiarkan. Aparat penegak hukum harus mendalami kejadian tersebut.

"Penindakan harus dilakukan tanpa pandang bulu siapa pun latar belakang pelaku dan dalangnya," tegasnya.

Taufik menyampaikan NasDem enggan berspekulasi terhadap kejadian tersebut. Termasuk menduga pelemparan itu berkaitan dengan kedatangan Anies Baswedan.

"Kami serahkan pengusutannya kepada aparat penegak hukum," Imbuhnya.

Selain itu, Taufik juga mengajak masyarakat untuk menjaga iklim demokrasi tetap kondusif dan berkualitas. Jangan beri ruang terhadap praktek politik kotor karena akan merugikan masyarakat.

Diketahui safari politik bakal calon presiden Anies Baswedan ke Tanah Jawara Banten sejak hari Selasa, antaranya Anies mengunjungi warga suku Baduy. Berlanjut ke Serang, dan pada hari Rabu eks Gubernur DKI itu melanjutkan safari politiknya ke Kota Tangerang.

Terpisah, pakar politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai penolakan safari politik yang dialami Anies Baswedan bisa mengindikasikan masyarakat Indonesia masih belum siap berdemokrasi.

"Demokrasi kita kan belum substansial juga, masih sekadar formalistik, demokrasi prosedural. Yang artinya apa? Secara demokrasi yang meneror dan mengancam safari Anies itu kan belum siap berbeda. Belum siap untuk menerima perbedaan," papar Ujang dikutip dari laman medcom.

Menurutnya, tujuan dari kelompok-kelompok yang menolak safari politik Anies Baswedan tak lain ingin menggagalkan tujuan politik Anies. Mereka dianggap ingin menjatuhkan posisi Anies. Bahkan, lebih parahnya, bisa saja bertujuan untuk menggagalkan Anies berlaga di Pemilu 2024.

"Bahkan skenario besarnya adalah agar Anies tidak bisa mendapatkan tiket, tidak bisa mendapatkan perahu, tidak bisa menjadi capres agar gugur di tengah jalan, tidak sampai mendapatkan dukungan koalisi partai," beber dia.
 
Ujang menyebut perbedaan pandangan sejatinya disampaikan dengan cara-cara yang baik. Namun, situasi berbeda tampak pada sejumlah kegiatan safari politik Anies Baswedan.

"Tapi di kita ini tidak. Mengerjai, meneror, mendiskreditkan, ini menjadi hal yang kelihatannya rutin dilakukan kelompok tertentu untuk menjegal lawan politik," kata dia.

Peristiwa pelemparan paket karung berisi puluhan ular yang dilakukan oleh orang tak dikenal di pekarangan belakang rumah Wahidin Halim, pada Rabu dini hari menjelang kedatangan Anies Baswedan sempat terekam CCTV.

Dalam video yang beredar, Wahidin Halim mengatakan tindakan pelemparan karung berisi ular tersebut sebagai perbuatan tak beradab dan kejahatan politik.

"Alhamdulillah, pagi-pagi kita sudah dapat kiriman ular kobra. Ada sekarung yah, ukuran sedang," kata WH dalam video tersebut.

WH berkata, kiriman ular dalam karung itu adalah suatu tanda bahwa ada orang yang tidak beradab. "Ini adalah upaya perbuatan politik, kejahatan politik," tegas eks politisi partai Demokrat ini.

"Tapi buat saya adalah akan semakin memberikan semangat. Tetap berjuang dalam rangka memperjuangkan hak-hak masyarakat. Semoga kita semua sehat untuk membangun negeri ini," ucap WH.

(ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek