Hukum_Kriminal
Senin 10 Juni 2019 21:03
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota. (FOTO: IST)
\"Share

TANGERANG - Siapa sangka, yang menggerakan puluhan anak muda untuk tawuran yang berujung maut di Sepatan, Kabupaten Tangerang, adalah seorang cewek. Dia adalah DE (16), remaja putus sekolah ini memimpin kelompok Kutabumi yang melakukan penyerangan terhadap kubu Cadas hingga menewaskan seorang remaja berinisial RA (16). Dia memimpin lebih dari 20 pemuda dalam kelompok Kutabumi.

"Perannya sangat vital, dia yang mengomandoi, mengkoordinir lewat medsos untuk melakukan penyerangan," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, dalam jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin (10/06).

Jumlah anak muda yang dipimpin DE ini adalah pria semua. Yakni mereka yang masih duduk dibangku SMA/SMK dan tidak lulus sekolah. Saat tawuran kemarin, DE- lah yang mengajak, kemudian membalas semua komentar di postingan tersebut. Namun, saat tawuran, DE tidak berada di lokasi kejadian.

"Pascatawuran dia melarikan diri, sampai sekarang masih DPO bersama empat pemuda lainnya," kata Argo kepada awak media didampingi Kapolres Abdul Karim.

Sebelumnya, sebanyak 15 orang remaja pelaku tawuran antar kampung di Kabupaten Tangerang ditangkap. Tawuran terjadi Minggu (9/6) dini hari kemarin dan menyebabkan satu remaja inisial AR (16) tewas setelah terkena sabetan senjata tajam.

Dua kelompok yang terlibat tawuran adalah remaja asal Kampung Cadas dan Kotabumi. Tawuran terjadi di Kampung Teriti, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, dipicu perjanjian kedua kelompok remaja di media sosial. Sekira pukul 03.30 WIB antar dua gangster berasal dari Kutabumi dan Cadas, Kabupaten Tangerang.

Remaja yang tawuran melengkapi diri mereka dengan senjata tajam seperti celurit, golok sisir, stick baseball hingga batu dan kayu itu dipicu karena media sosial. "Kelompok pemuda ini saling menantang lewat media sosial Instagram dan janjian untuk di kawasan yang telah disepakati, yaitu di depan SD 2 Karet, Kampung Teriti," katanya.

Argo menerangkan, kejadian terungkap setelah warga melaporkan kejadian ke Polsek Sepatan hingga menyebabkan kematian.

"Sampai di TKP ternyata korban tidak ada, kemudian kapolsek dan staf mencari ke beberapa rumah sakit. Infonya korban dibawa ke rumah sakit, lalu dicari ternyata betul korban dibawa di RS Hermina. Sampai RS Hermina dicek sudah dibawa ke RSUD Kota Tangerang di sana sekitar jam 06.30 WIB," jelas dia.

Menurutnya, korban yang berasal dari ganster Cadas tersebut sempat terpisah dari rombongannya dan dikeroyok habis-habisan menggunakan senjata tajam seperti celurit. Bahkan beberapa pelaku dari gangster Kutabumi ini ada yang menggunakan senter yang dapat mengeluarkan tegangan listrik untuk melumpuhkan AR.

"Beberapa peran tersangka dari Kutabumi ini ada yang ikut nyetrum pake senter ini, ada juga yang menggunakan sajam, batu dan kayu. Kemudian korban menderita luka di bagian kepala, badan, tangan, kaki smua kena senjata tajam," kata Argo.

Para anggota gangster dari Kutabumi dan Cadas itu pun berhasil diamankan kurang dari 24 oleh anggota gabungan dari Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Sepatan. Hingga saat ini total 15 anggota gangster yang berhasil diamankan terdiri dari tujuh orang dari Kutabumi dan delapan orang dari Cadas, Kabupaten Tangerang.

Masing-masing kelompok pun dikenakan sanksi pasal berbeda seperti, tujuh orang dari Kelompok Kutabumi, dikenalan pasal 170 dan 338 KUHP, lantaran menghilangkan nyawa seseorang. (EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek