Hukum_Kriminal
Sabtu 14 November 2020 06:22
Massa melakukan aksi unjukrasa di kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Jumat (13/11). (FOTO: BantenExpres)
\"Share

TANGERANG - Pasca Puskesmas Kunciran Indah memberikan obat yang diduga kadaluarsa kepada pasien, Aliansi Masyarakat Tangerang menggelar aksi unjukrasa di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang dan Kantor Dinas Kesehatan, Jumat (13/11).

Koordinator aksi, Saipul Basri menuding bahwasanya Pemkot Tangerang tidak serius dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, karena berbicara tentang kesehatan merupakan faktor yang sangat mendasar dan fundamental bagi kebutuhan masyarakat secara luas.

"Pelayanan kesehatan bobrok, tidak maksimal, Pemkot Tangerang amburadul. Kita meminta pertanggung jawaban pemerintah terhadap pasien yang diduga diberikan obat kadaluarsa," teriak dia saat orasi.

Dia juga menilai apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan bahwa obat tersebut masih dapat digunakan, menurut Marsel--sapaan pria asal Pinang ini merupakan pernyataan yang tidak tepat.

"Ini pernyataan yang tidak tepat, memang betul obat tersebut expired di Bulan November 2020, tetapi kami berharap obat tersebut sudah ditarik dari peredarannya sebelum memasuki masa expired, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," cetus Marsel.

"Namun, kita kan tidak tahu bagaimana obat tersebut disimpan dalam gudang atau ruangan, suhunya sesuai dengan ketentuan atau tidak, dan yang lainnya. Ini kan pastinya dapat mempercepat masa expired. Jadi jangan sampai menunggu betul-betul habis masa expirednya," tuturnya.

"Jangan-jangan disetiap Puskesmas yang ada di Kota Tangerang ada saja obat-obatan yang sudah kadaluwarsa, ini perlu dikontrol karena akan berbahaya jika dikonsumsi publik," tandas Marsel.

Untuk itu pihaknya memberikan raport merah kepada Pemkot Tangerang, Dinas Kesehatan, serta DPRD Kota Tangerang karena dinilai gagal dalam memberikan pelayanan kesehatan. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek