Lapsus
Minggu 23 Desember 2018 13:41
Warga menyelamatkan sisa-sisa barang berharga seusai dihantam tsunami. (FOTO: IST)
\"Share

BANTENEXPRES - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban tewas tsunami yang menerjang pesisir pantai Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam menjadi 62 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan jumlah tersebut dipastikan masih akan terus bertambah seiring belum seluruh wilayah terdampak bencana bisa didata petugas darurat.

"Data dampak tsunami Selat Sunda sampai 23 Desember pukul 10.00 WIB mencatat jumlah korban tewas menjadi 62 orang, korban luka-luka mencapai 584 orang, dan 20 orang lainnya dinyatakan hilang," ucap Sutopo, Minggu (23/12).

Sutopo menuturkan Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi wilayah yang paling terdampak tsunami. "Terutama kawasan wisata dan pemukiman di sepanjang Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, hingga Carita," kata Sutopo.

Sutopo mengatakan tsunami yang menerjang pesisir Pandeglang dan Lampung tersebut juga menyebabkan kerugian fisik seperti 430 unit rumah, 9 hotel, 10 kapal, dan puluhan bangunan lainnya rusak berat.

Dia memaparkan di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, sembilan hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat.

"Daerah yang paling terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang," kata Sutopo.

Tsunami menerjang Selat Sunda sekitar Sabtu malam pukul 21.27 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan fenomena Tsunami Selat Sunda kemarin termasuk langka dan hingga kini penyebabnya belum bisa dipastikan.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama tim dari TNI, Polri, Tagana dan relawan lainnya sedang bergerak mengevakusi korban. Namun, tim mengalami kendala akibat hujan deras. Irna mengatakan sudah ada alat-alat berat di sejumlah lokasi, seperti ada lima eskavator, lima alat berat, mobil bak terbuka.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, Irna mengatakan warga sangat membutuhkan selimut, makanan ringan, dan persediaan yang ada. Dia terus mengupayakan melayani korban bencana. "Yang paling dibutuhkan selimut, pakaian kering dan makanan," kata Irna.  (DIR)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek