Ekonomi
Senin 11 Mei 2020 05:43
Hingga kini masih banyak warga yang tanyakan nasib terima bansos. (FOTO: IST | Ilustrasi)
\"Share

BANTENEXPRES – Wabah pandemik Coronavirus Disease alias COVID-19 menguras energi yang cukup besar. Pemerintah pusat dan daerah tercurahkan seluruh perhatianya kepada COVID-19.

Kepala-kepala daerah (Walikota/Bupati) dituntut sigap tangani persoalan yang menjadi perhatian dunia, COVID-19 ini. Hingga bagaimana mengendalikan dampak yang ditimbulkan kepada publik.

Lantas bagaimana dengan jajaran dibawahnya, para pejabat PNS. Mulai dari tingkat, Kepala Dinas, Camat hingga Lurah sudahkah bertanggungjawab ke masyarakat ikut serta dalam penanggulangan COVID-19 secara masif?.

Perlu diketahui, setingkat pejabat camat dan lurah juga bertugas sebagai binwil [bina wilayah], orang yang punya pegang kendali atas suatu wilayah, tidak sekedar mengikuti instruksi pimpinan. Dimana setiap wilayah mempunyai potensi masing-masing untuk dikembangkan, digali.

Melihat kondisi seperti ini, sudah menjadi keharusan bahkan kewajiban bagi para pejabat itu melindungi warganya, dimana warga masyarakatnya tengah dihadapkan akan keresahan dan kesusahan dampak COVID-19.

BACA JUGA: KPK Diminta Kawal Anggaran COVID-19 Banten

Sementara, kita lihat saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan dengan amat segera, baik dari pemerintah, elemen masyarakat, donatur dan para relawan yang berhati mulia berbagi.

Celakanya, sebelum bantuan-bantuan tersebut sampai ditangan warga yang terdampak, disisi lain pemerintah pusat dan daerah juga nampak kisruh soal data bantuan itu. Publik bingung warga pun meradang.

“Saya kira dengan kondisi saat ini, dimana masyarakat tengah membutuhkan bantuan dengan segera, sebaiknya para pejabat setingkat camat dan lurah juga bisa mengambil peran sebagai binwil tadi, jangan menunggu komando pimpinan terus. Harus kreatif,” kata aktivis sosial Bayan Kurniawan, kepada BantenExpres di Tangerang, Senin (11/05) pagi.

Sudah seharusnya para ASN yang punya jabatan strategis itu dapat mengambil peran yang besar dalam kondisi wabah pandemik Corona yang mencekam ini, menurut dia.

“Camat, lurah harus mempunyai kepekaan sosial yang tinggi. Jangan sampai mereka ini dianggap tidak memiliki sense of humanity dimata publik. Kudu sigap bergerak menggali segala potensi wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Kata dia, disetiap wilayah [Kecamatan/Kelurahan] mempunyai potensi yang bagus dan dapat dimanfaatkan, digali demi kepentingan warga masyarakatnya.

BACA JUGA: Peduli Corona, Pengurus RW09 Cibodas Salurkan 1000 Paket Sembako

“Banyak kok wilayah-wilayah di kecamatan/kelurahan itu yang punya potensi bagus, seperti adanya perindustrian, pusat bisnis dan lainnya yang bisa digali untuk kebutuhan warganya pada saat wabah pandemik ini,” ucap Bayan.

“Misalkan, mereka para camat dan lurah mengajak gotong royong dengan para donatur diwilayahnya masing-masing, membuat lumbung pangan, mengumpulkan sembako dan ide lainnya. Agar kemudian warga yang terdampak Covid-19 tidak terus bergantung bantuan dari pemerintah saja,” kata dia lagi.

Karena ini, sambung Bayan, menyangkut persoalan hajat banyak orang yang sangat mendesak dimana masyarakat sedang terlilit kesusahan, dikhawatirkan warga lapar menjurus pada tindak kriminal.

“Mereka para camat dan lurah ditugaskan jadi binwil, tapi terkesan hanya menjalankan fungsi dan tugasnya saja sebagai pegawai negeri (PNS). Harus kreatiflah,” cetus Sekjen Lembaga Pusat Pengkajian Pendidikan Pemerintahan dan Kesehatan Nusantara (LEMP4K), Bayan Kurniawan. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek