Politik
Sabtu 09 Oktober 2021 20:41
Wakil Ketua DPR-RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan reses di Karawaci Kota Tangerang, Sabtu (09/10). (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad meminta seluruh kader untuk mulai memanaskan mesin partai dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2024 mendatang. Ini harus dilakukan mengingat angka Covid-19 secara nasional mulai melandai. Bahkan, kata Dasco, angka Covid-19 di Indonesia hanya 1 persen dari jumlah penduduknya.

Hal tersebut disampaikan Sufmi Dasco Ahmad saat Reses Masa Sidang I Tahun 2021 di Dapil Banten III (Kota Tangerang, Kota Tangsel dan Kabupaten Tangerang), di Sekretariat DPC Gerindra Kota Tangerang, kawasan Cimone, Karawaci, Sabtu (09/10).  

Reses Dasco tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPC Gerindra Kota Tangerang Pontjo Prayogo dan Bendahara DPC Apanudin dan seluruh pengurus DPC, PAC hingga ranting se- Kota Tangerang.

"Apa yang kita lakukan setelah angka covid melandai? Yang kita lakukan yaitu memanaskan mesin partai. Walaupun pemilu masih lama, tetapi sudah bermunculan partai-partai baru, sudah mulai juga pertarungan menuju pilpres 2024," ujar Dasco dalam sambutanya dihadapan para kader Gerindra.

Menurut Dasco, sebagai partai pemenang kedua terbesar pemilu, tentunya selain harus mempertahankan suara dan kursi yang ada, seluruh kader harus mampu meningkatkan perolehan kursi dan suara yang ada.

"Sekarang mau nggak kader Gerindra memimpin negeri ini. Kalau mau, ya mbok jangan hanya diucapkan di mulut. Caranya perolehan pileg dan pilpres harus lebih tinggi dari sekarang," cetusnya disambut kalimat "siap!" oleh para kader Gerindra.

Wakil Ketua DPR RI ini menyebut, di setiap survei, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selalu memperoleh hasil tertinggi sebagai figur yang memiliki kans untuk memenangkan pilpres tahun 2024.

Meski demikian, kata Dasco, tingginya hasil survei dari Menteri Pertahanan tersebut, sayangnya tidak diimbangi dengan hasil perolehan suara partai.

Oleh karena itu PR bagi para kader saat ini yakni bagaimana hasil survei Prabowo Subianto yang tinggi harus sebanding dengan hasil perolehan suara partai.

"Kadang-kadang suara partai kita masuk dua besar, tiga besar nasional. Nah kalau dia sudah sebanding lurus, Insyaallah Pak Prabowo bisa jadi presiden, partai kita pemenang pemilu," tegas Dasco.

Dasco menambahkan, selain konsolidasi, salah satu strategi untuk memenangkan pileg dan pilpres salah satunya dengan membentuk badan saksi partai di seluruh Indonesia.

Sebab, badan saksi ini sangat diperlukan lantaran jika melihat pengalaman sebelumnya hampir di setiap pemilu Partai Gerindra kerap kalang kabut mencari saksi-saksi.

Nah, ke depan ini tidak boleh terjadi lagi. Di setiap TPS nantinya disiapkan saksi minimal dua orang. Dengan kader yang banyak, lanjutnya, harus dibentuk saksi-saksi yang permanen mulai tingkat kelurahan, RT dan RW.

"Di Kota Tangerang bisa nggak ini dilakukan (pembentukan badan saksi -red)? Kalau bisa nanti saya laporkan ke Pak Prabowo bahwa kita akan mencanangkan badan saksi di Kota Tangerang bisa," tegas wakil rakyat Dapil Banten III ini.

Selain itu, ia meminta para kader Gerindra untuk bisa menangkal serangan-serangan seperti black campain yang ditujukan baik kepada partai maupun figur Prabowo Subianto sebagai kandidat capres mendatang.

Ia meminta setiap PAC menyiapkan minimal dua orang yang fokus bermain di medsos untuk menangkal serangan-serangan dimaksud.

"Bisa nggak? Masa nggak bisa, kan mayoritas kader kita bermain di medsos. Jadi buat apa main di medsos kalau nggak bisa counter serangan-serangan itu," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC Gerindra Kota Tangerang Turidi Susanto memastikan akan memaksimalkan kemampuan yang ada demi memenangkan pileg dan pilpres mendatang.  

"Kami berkomitmen mulai dari DPC, PAC hingga ranting jadi kita dari awal akan membentuk badan saksi yang nantinya akan ditempatkan di setiap TPS, minimal dua saksi per TPS," ujar Turidi ditemui usai acara reses tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang ini juga memastikan, akan menggerakan seluruh kader Gerindra yang terbiasa bermain di media sosial (medsos), untuk menangkal serangan-serangan yang ditujukan baik kepada partai maupun pribadi Prabowo Subianto sebagai kandidat capres dari Gerindra.

"Selama ini sudah kita lakukan melalui medsos seperti portal website DPC Gerindra maupun Fraksi. Apalagi kebeneran, saya sendiri selaku koordinator tim medsos di tingkat Provinsi Banten. Nah untuk counter serangan black campain ini, setiap PAC kita punya tim minimal tiga atau empat orang," tutur dia meski ia mengakui peran medsosnya belum optimal. (DRA/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek