Ekonomi
Kamis 05 Februari 2026 22:28
Perkumpulan Ahli Pengkaji Teknis Indonesia (PAPTI) Banten menggelar workshop SLF, di Kota Tangsel. (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Perkumpulan Ahli Pengkaji Teknis Indonesia (PAPTI) Banten, kembali menggelar whorkshop Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Tema dalam kegiatan tahunan ini “SLF sebagai Pilar Kelayakan: Sinergi Menuju Bangunan Cerdas, Aman, dan Berkelanjutan".

‎Syamsul Mara Hudaiya, Sekjen Papti Banten mengatakan, workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan ruang berbagi pengalaman tentang bagaimana sebuah regulasi diterjemahkan menjadi jaminan keselamatan nyata bagi masyarakat, dimana dibalik dokumen ada tanggung jawab besar.

‎Ia menjelaskan, mungkin SLF hanya sebatas dokumen administrasi bagi sebagian orang. Namun, bagi para pengkaji teknis, SLF adalah hasil dari sebuah rangkaian pemeriksaan panjang yang menyangkut struktur, keselamatan, kesehatan hingga kenyamanan sebuah bangunan gedung.

‎"Karena kesalahan kecil dalam pengkajian bisa berdampak besar," ujar Syamsul dalam keterangannya, Kamis (05/02) malam.

‎"SLF diposisikan bukan sebagai akhir dari proses pembangunan, melainkan sebagai penjaga kualitas bangunan sepanjang masa pakainya," imbuhnya.

‎Workshop PAPTI Banten yang digelar di salah satu hotel kawasan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), merupakan kegiatan penting bagi yang baru memulai berkegiatan sebagai pengkaji teknis dan juga sebagai bentuk refreshment bagi anggota PAPTI Komda Banten. 

‎"Yakni guna memahami kembali kelayakan bangunan gedung dengan memperhatikan  kesesuaian antara dokumen gambar asbuil drawing dengan data faktual lapangan," jelas Harry Mufrizon salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

‎Workshop ini juga mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang wilayah dengan tantangan yang berbeda-beda. Peserta dari kawasan perkotaan besar berbagi cerita tentang kompleksitas bangunan bertingkat tinggi, sementara peserta dari daerah lain menceritakan keterbatasan fasilitas dan sumber daya.

‎Meski demikian, ada satu benang merah yang menyatukan mereka, keinginan untuk menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Banyak peserta dari daerah lain sebenarnya berminat mengikuti workshop ini, namun terkendala jarak dan waktu. 

‎Fakta ini menjadi cerminan bahwa kebutuhan peningkatan kapasitas pengkaji teknis masih sangat besar di Indonesia, masih dalam keterangan tersebut.

‎Di tengah pesatnya pembangunan, workshop pelatihan SLF ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap bangunan yang berdiri kokoh, ada orang-orang yang bekerja dengan sunyi, memastikan semuanya benar-benar layak digunakan. 

‎(MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek