Politik
Kamis 16 Mei 2019 23:24
Gubernur Banten Wahidin Halim. (Dok-BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

SERANG – Tokoh-tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forkopimda Provinsi Banten, bersama Gubernur Wahidin Halim mengadakan silaturahmi dan buka puasa bersama umaro dan ulama Provinsi Banten dengan tema “Merajut Silaturrahim Untuk Kedamaian Negeri” di rumah dinas Gubernur Banten, Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Kamis (16/05).

Diantaranya tokoh agama KH A Maemun Ali, KH Anang Azhari Alie, KH Enting Abdul Karim, Ketua MUI Banten KH AM Romly, Ketua Paguyuban Urang Banten Taufiequrachman Ruki dan H Embay Mulya Syarif, Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir, Danrem 064 Maulana Yusuf Banten Kol Inf Windiyatno. Kemudian ada Juga Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof Dr Soleh Hidayat.

Pada kesempatan ini, WH-sebutan Gubernur Banten mengatakan perlu dan seharusnya merajut tali silaturrahim di antara warga dan tokoh-tokoh Banten agar damai pasca Pemilu serentak 2019.

“Saya sangat berharap dan berdoa di Banten ada rasa persatuan. Pilihan politik adalah hak demokrasi yang sudah diatur dalam peraturan dan undang-undang,” kata WH.

Yang utama adalah damai, demikian yang disepakati dalam forum ini, menghadirkan kedamaian di Banten, sambung WH. Tidak mungkin antar warga Banten perang tidak ada sejarahnya warga Banten memerangi warga Banten yang lain, menurutnya.

“Mohon doanya para kyai, untuk kedamaian di Banten. Kita kembali kepada persatuan dan kesatuan. Untuk Banten yang nyaman. Untuk Banten yang tertib”, ujar dia.

Masih dalam acara penuh hangat dibulan puasa ini, ia juga menyampaikan kepada hadirin bahwa tingkat pengangguran di Provinsi Banten menurun dalam satu terakhir. Provinsi Banten juga tidak lagi menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia.

"Sekarang Banten peringkat tiga, Jawa Barat malah yang paling tinggi," kata dia.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten sebesar 7,58 persen pada Februari 2019. Angka tersebut menurun sekitar satu persen dibanding Agustus 2019 lalu yang mencapai 8,52 persen.

WH mengatakan tingginya tingkat pengangguran terbuka di Banten sebelumnya lantaran tingginya persaingan dalam mencari kerja di Banten. Selain itu, banyak lulusan sekolah yang ilmunya sudah tidak banyak dibutuhkan oleh perusahaan.

"Strategi kita sekarang adalah perbanyak pendidikan vokasi. Kita banyak bangun sekolah di daerah-daerah, contohnya di Lebak, yang punya jurusan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh industri," kata Walikota Tangerang dua periode ini. (MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek