Hukum_Kriminal
Rabu 11 September 2019 08:41
Karnaen (kiri) salah satu tokoh Baduy Dalam. (FOTO: dok-BantenExpres)
\"Share

LEBAK - Tokoh Baduy Dalam Kampung Cibeo Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Karnaen mendesak pihak terkait agar menghukum seberat-beratnya pembunuh dan pemerkosa gadis Baduy beberapa waktu lalu.

Pembunuhan dan pemerkosaan tentu melukai seluruh warga Baduy juga warga Kabupaten Lebak "Kita merasa prihatin dan terpukul kasus pembunuhan dan pemerkosaan itu," kata Karnaen di Kawasan Tanah Hak Ulayat Baduy di Kampung Kadu Ketug, Lebak.

Mantan petugas pengamanan (polisi adat Baduy Dalam Kampung Cibeo) itu melihat kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang dialami Sawi (13) warga Baduy Luar sangat sadis.

"Seperti tanpa memiliki perikemanusiaan," lirihnya. Seharusnya, sambung dia, sebagai manusia lebih mencintai, kasih sayang pada sesama manusia dan buka melakukan pembunuhan.

BACA JUGA: Polisi Bekuk Pembunuh Gadis Baduy

Bahkan, ketiga pelaku itu melakukan pemerkosaan dengan digilir setelah korban meninggal dunia. "Kami berharap aparat hukum dapat menegakan hukum yang seadil-adilnya dengan hukuman berat sesuai perbuatannya," pinta Karnaen seperti dilansir laman Antara, kemarin.

Pembunuhan dan pemerkosaan yang dialami gadis Baduy kali pertama terjadi. Dan masyarakat Baduy sudah biasa tinggal di hutan membuka kebun ladang, namun hidup aman, menurut dia.

Tim Resmob dan Jawara Polda Banten berhasil meringkus pelaku pembunuhan disertai pemerkosaan yang menimpa seorang gadis  suku Baduy. Pelaku yang diketahui berinisial AMS bersama dua rekannya ditangkap  di wilayah Ogan Komiring Ulu ( OKU) Sumatra Selatan dan di daerah Lebak.

Seperti diberitakan gadis Baduy (S) ditemukan tewas oleh kakak kandungnya pada Jumat (30/08) menjelang sore hari. Dari hasil penyidikan tim Inafis Polda Banten, S diduga dibunuh dengan golok milik orang tuanya yang digunakan untuk berkebun. (RHMT)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek