Ekonomi
Rabu 22 Juni 2022 14:09
Budi Satriyo, Akademisi Universitas Yuppentek Indonesia. (FOTO: Dok-Pribadi)
\"Share

BANTENEXPRES - Sejarah panjang IKM/UMKM tidak bisa kita lupakan begitu saja, IKM/UMKM merupakan potensi terbesar Indonesia dalam perekonomian. Jika kita menilik kebelakang pada saat krisis moneter 1997/1998 IKM/UMKM lah yang menyelamatkan perekonomian di Indonesia, ditambah faktor keberagaman budaya dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia semakin menambah ragam produk IKM/UMKM.

Pertanyaan selanjunya adalah, seberapa besar peluang IKM/UMKM dalam mendominasi pasar ekspor Indonesia? Mengapa peluang untuk IKM/UKM menembus pasar ekspor dikatakan masih sangat besar? Selain pangsa pasarnya memang ada, hal ini juga tidak terlepas dari beberapa keunggulan yang dimiliki IKM/UKM.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebut, jumlah sektor bisnis UMKM di Indonesia pada 2021 mencapai 64,19 juta dengan partisipasi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,97 persen atau senilai Rp 8,6 triliun.

Kontribusi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terhadap nilai ekspor Indonesia masih cukup rendah. Hingga awal 2022, Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM hanya mampu menyumbang 15 persen dari total ekspor nasional.

Angka ini masih tertinggal jauh dibanding Malaysia dan Vietnam yang masing-masing telah mencatat angka di atas 20%, sementara Thailand malah sudah mencapai 35%. Angka tersebut akan terlihat lebih kecil lagi bila dibandingkan dengan Jepang yang mencapai 55%, Korea 60%, dan Cina 70%.

Padahal, peluang ekspor UKM di Indonesia masih terbuka lebar. Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2022 mencatat, nilai ekspor Indonesia mencapai US$26,6 miliar. Sebagian besar ekspor tersebut ditopang oleh ekspor non-migas pada Maret 2022 mencapai US$ 25,09 miliar, naik 28,82 persen dibanding Februari 2022, dan naik 43,82 persen dibanding ekspor secara year on year, dengan pertumbuhan yang terus meningkat.

Dengan pertumbuhan tersebut, pertanian turut memberikan kontribusi sebesar 1,61 persen terhadap total ekspor nonmigas pada Maret 2022. Adapun beberapa hasil ekspor yang meningkat diantaranya seperti tanaman obat, aromatik, rempah-rempah, buah-buahan, serta sarang burung. Kita tahu, sektor-sektor tersebut banyak dikembangkan oleh pelaku UKM.

Demikian juga di Kota Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen dan terus berupaya melalui program-program dan kegiatan guna terwujudnya masyarakat yang sehat dan berdaya saing.

Berdasarkan data diolah rahun 2021 dari sistem e-Ska.Kemendag.go.id, aktivitas transaksi ekspor. Sementara itu yang terlayani melalui instansi penerbit surat keterangan asal (Ipska) Dinas Perindagkop ukm Kota Tangerang sebagai berikut:

Nilai teansaksi ekspor sebesar US$ 3,57 miliar, jumlah surat keterangan asal barang atau Certificate Of Origin (Coo) yang terlayani oleh Ipska Kota Tangerang sebanyak 20.896 formulir/dokumen, 5 (Lima) besar negara tujuan ekspor yaitu : China, Malaysia, United States Of America, India Dan Republic Of Korea.

Kemudian, 5 (Lima) besar komoditas produk ekspor yaitu : foot wear (alas kaki), tekstile, olahan hasil perkebunan/pertanian, spare part mesin/elektronik dan fresh fish.

Mengapa peluang untuk UKM menembus pasar ekspor dikatakan masih sangat besar? Selain pangsa pasarnya memang ada, hal ini juga tidak terlepas dari beberapa keunggulan yang dimiliki UKM, dari mulai kecepatan inovasi, menyerap lapangan kerja, dan lebih dapat fokus dalam satu bidang. Ditambahlagi IKM/UMKM mempunyai keunggulan bebas menentukan harga, operasional yang flesibel dan biaya operasional yang rendah.

Namun harus diakui pelaku IKM/UMKM juga memiliki beberapa kelemahan, salah satunya modal yang relatif terbatas, tekanan kompetitor, kurangnya tenaga ahli profesional dan  lemahnya manajemen SDM.

Oleh karenanya harus dipersiapkan strategi dalam rangka memasuki pasar global, dengan mengetahui ekonomi, hukum/peraturan, politik dan budaya negara tujuan ekspor.

Dalam kaitan dengan kegiatan ekspor, maka sumber daya UKM perlu juga ditambahan berkaitan dengan personel administrasi, modal investasi, modal kerja dan skala yang lebih besar jika dibandingkan dengan UKM yang berorientasi pasar domestik.

Selain itu, perlu juga mengetahui peluang pasar ekspor, misalnya dengan mengakses informasi pasar, seperti; exhibition atau expo, kolaborasi, website direktori dan mengakses dibeberapa komunitas pada platform sosial media.


Oleh: R. Budi Satriyo, SM.,MM
(Kaprodi Administrasi Bisnis – Universitas Yuppentek Indonesia)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek