Lapsus
Senin 26 Agustus 2019 22:08
Aktivis mahasiswa menggelar aksi pelayanan kesehatan di Kota Tangerang, Senin (26/08). (FOTO: IST)
\"Share

TANGERANG – Buntut viralnya paman gotong jenazah keponakan akibat tak dapat jasa Ambulance di Puskesmas Cikokol, Kota Tangerang, pada Sabtu (24/08) kemarin, sejumlah aktivis melakukan aksi moral di Kota Tangerang.

Seperti dua orang aktivis Kota Tangerang melakukan aksi teatrikal dengan membawa simbol jenazah yang ditunjukan kepada Pemerintah Kota Tangerang, di depan gerbang gedung pusat pemerintahan kota Ahlaqul Karimah, Senin (26/08) pagi.

Hal senada juga dilakukan Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang, aktivis ini menggelar aksi dan penggalangan koin penduli Ambulance. Aksi dilakukan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, Senin (26/08) siang.

Dengan membentangkan spanduk dan meletakan pocong jenazah, aksi mendesak Walikota Tangerang Arief Wismansyah untuk menindak tegas oknum yang menolak memberikan pelayanan ambulans dan menelantarkan Muhamad Husein korban tenggelam di Sungai Cisadane, Jumat (23/08) lalu. 

Koordinator FAM Rosyid Warisman mengatakan, aksi tersebut adalah buntut dari permasalahan yang dialamai oleh masyarakat atas penolakan untuk mendapatkan jaminan serta fasilitas kesehatan.

Menurutnya, hal tersebut menjadi pukulan telak bagi pemangku kebijakan yang dinilai gagal dalam membina moral para jajaran serta bawahannya ditambah ketidakseriusan dalam memberikan kesetaraan serta kesejahteraan bagi masyarakat Kota Tangerang.

"Masalah kesehatan di Kota Tangerang masih jauh dari sisi kemanusiaan, fasilitas dan pelayanan jauh dari harapan," cetus dia.

Sementara terkait standar operasional prosedur (SOP) Dinas Kesehatan, kata Rosyid, tidak boleh bertentangan dengan moralitas dan norma yang berlaku.

"Jika bertentangan dengan moralitas seharusnya bisa dibentuk diskresi atau pengecualian, tentu harus mengedepankan nilai nilai kemanusiaan," ujarnya.

BACA JUGA: Ironi, ADA APA DENGAN KOTA TANGERANG?

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Liza Puspitadewi memberi penjelasan kepada awak media, mengenai Ambulans di Puskesmas Cikokol yang tidak diperkenankan membawa jenazah.

Liza menuturkan, ambulans yang terdapat di Puskesmas Cikokol adalah ambulans 119 atau khusus pasien dalam keadaan gawat darurat.

"Ambulans kan ada ambulans transport dan ambulans advanced. Kebetulan yang di Cikokol kemarin advanced, dengan segala alat kesehatan, ventilator, semua alat termonitor," jelas Liza di kantornya Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Senin (26/08).

Dalam petunjuk teknis (juknis) penggunaan ambulans dari Permenkes tidak mengatur mengenai Jenazah, tambah dia.

Sebelumnya juga, Walikota Tangerang Arief Wismansyah tak bisa menyembunyikan kekesalannya saat tahu Puskesmas Cikokol menolak memberikan Ambulance untuk angkut jenazah korban tenggelam di Sungai Cisadane, Husein.

“Saya kesel banget. Ya sekarang semua fasilitas kan ada. Puskesmas bagus, ambulans bagus, tapi kalau enggak bisa layani masyarakat ya enggak ada nilainya di mata masyarakat,” kata Walikota kepada wartawan, Ahad (25/08). (ZIE/DIR)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek