Ekonomi
Sabtu 09 Januari 2021 16:52
Warga mengantri pencairan BLT di Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Sabtu (09/01). (FOTO: Istimewa)
\"Share

TANGERANG - Kementerian Sosial Republik Indonesia hari ini, Sabtu (09/01) mencairkan bansos berupa bantuan tunai langsung atau BLT kepada warga penerima manfaat. Halnya di beberap wilayah Kota Tangerang juga mendapat kucuran dana bantuan sosial di masa pandemi Covid-19 ini sebesar Rp.300 ribu.


Seperti di Kecamatan Cibodas dan Kecamatan Tangerang, BLT yang disalurkan oleh PT POS Indonesia ini sebanyak 16.704 orang atau warga penerima manfaat (BLT) yang dilaksanakan di 8 Kelurahan.

Diketahui pembagian bansos tunai ini dilakukan beberapa tempat, seperti di gedung sekolahan (SD). Namun, pencairan BLT ini menimbulkan kerumunan massa. Dimana warga penerima bansos sejak pagi datang sehingga terjadi antrian untuk ambil bagian.

Padahal, warga penerima BLT sebelumnya sudah diimbau dan diberitahukan bahwa pengambilan dana dijadwal dan bergiliran agar tidak terjadi penumpukan massa, mengingat Kota Tangerang masih masuk zona merah Covid-19.

"Pemkot Tangerang telah melakukan penjadwalan bagi warga penerima manfaat BLT dan sudah melakukan sosialisasi kepada RT, RW serta PSM terhadap penjadwalan yang telah diberikan," jelas Camat Tangerang Achmad Zuldin.

"Akan tetapi masih terjadi antrian dikarenakan warga datang tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan," ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tangerang Suli Rosadi saat dikonfirmasi awak media ini terkait adanya kerumunan massa saat pengambilan BLT, menjelaskan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan dari Kementerian Sosial dan yang diserahi tugas penyalurannya adalah PT Pos.

"Kedua, jadwal yang menentukan adalah dari Pusat melalui PT Pos. Dan penerima undangan (warga) untuk jadwal siang hari, datang lebih awal atau pagi sehingga bercampur dengan undangan yang pagi," terang Suli, Sabtu (09/01) sore.

Dilapangan petugas sudah berteriak dengan pengeras suara tetapi kerumunan massa sulit dihindari, sambung dia.

Menurut Suli, PT Pos kekurangan tenaga teller atau juru bayar yang tidak seimbang dengan jumlah penerima. Pihaknya sudah menekankan agar kedepan jumlah teller harus diperbanyak.

"Kami mohon kepada masyarakat (penerima BLT) kerjasamanya agar mematuhi jadwal undangan sesuai jam yang ditentukan sehingga tidak terjadi penumpukan," imbau dia.

Ia berharap PT Pos segera dapat memenuhi juru bayar yang memadai sehingga tidak terjadi kerumunan.

"Tetapi tidak semua titik bantuan sosial tunai seperti itu. Bagi yang terpenuhi berjalan sebagaimana yang diharapkan," tegas dia.

Pihaknya juga akan mengevaluasi agar kedepan tidak terjadi lagi penumpukan massa saat penyaluran BLT seperti yang terjadi hari ini.

"PT Pos harus memenuhi jumlah teller dan masyarakat harus mau datang sesuai jadwal. Kami tentu tidak bisa apa-apa kalau tidak ada kerja sama dari semua pihak. Masyarakat penerima manfaat BLT harus tertib," tandas Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi.

Sebagai informasi, pemerintah akan menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali mulai pekan depan, tak terkecuali di Kota Tangerang Banten dalam rangka memutus rantai Covid-19 yang kian mengganas, meningkat memakan korban jiwa.

Sementara itu diketahui, per 8 Januari 2021, angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tangerang mencapai 4602 orang, sembuh 4118 orang, dirawat 2218 orang, dalam perawatan 384 dan yang meninggal 100 orang. Dan saat ini Tangerang Raya masih berstatus zona merah Covid-19. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek