Lapsus
Kamis 09 Januari 2020 06:41
Sekira 1.310 rumah warga di Lebak rusak diterjang banjir bandang, Rabu (01/01) lalu. (FOTO: Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES - Pemerintah memutuskan untuk memberikan bantuan kepada korban musibah banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang menerjang sejumlah daerah di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta pada awal tahun 2019 lalu.

“Sesuai dengan perintah Presiden, yaitu dukungan untuk rumah rusak berat sebesar Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Eks prajurit elit Kopasus tersebut menyampaikan kepada wartawan seusai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) tentang Pencegahan dan Penanganan Dampak Banjir, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (08/01) sore.

Doni juga menyampaikan, bahwa pemerintah tidak akan membangun hunian sementara (huntara) bagi korban banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

“Dengan demikian, masyarakat nanti akan mendapatkan dana tunggu hunian sebesar Rp500 ribu per bulan sampai nanti rumahnya bisa dihuni kembali,” jelas dia.

BACA JUGA: Presiden Minta Gubernur Banten Hentikan Penambangan Emas Ilegal di Lebak

Sampai saat ini, menurut Doni, korban meninggal akibat banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, di Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Lebak Banten mencapai 61 orang.

Terpisah, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyebut akan memastikan layanan dasar bagi para korban bencana banjir bisa terpenuhi. Kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, makan hingga pendidikan akan diupayakan tetap bisa dirasakan para warga terdampak bencana.

"Kebutuhan tempat tinggal sementara dalam hal ini pengungsian, pangan, kesehatan, pendidikan, itu dulu yang kita fokuskan bisa diterima oleh para korban," kata Andika saat mengikuti rapat koordinasi tingkat menteri terkait banjir Jakarta, Jabar dan Banten di kantor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Jakarta, Selasa (07/01).

Menurutnya, saat ini Pemprov Banten fokus melakukan penanganan korban banjir, khususnya di Kabupaten Lebak. Dia mengatakan, pada data terakhir terkait bencana di Kabupaten Lebak, tercatat sebanyak 1.310 rumah warga yang rusak sehingga tidak bisa ditinggali lagi oleh pemiliknya.

Juga akibat terjangan banjir bandang di Kabupaten Lebak ini sebanyak 19 sekolah rusak. Kemudian 30 jembatan dan  jalan juga mengalami kerusakan yang kerugiannya ditaksir mencapai Rp90 miliar. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek