Lapsus
Selasa 25 Agustus 2020 22:53
Pemerintah RI menganggarkan bansos senilai Rp.270,59 triliun. (FOTO: Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES - Bantuan sosial (bansos) menjadi salah satu senjata penyelamatan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19. Negara-negara di dunia belomba untuk menyalurkan bansos, tak terkecuali Indonesia.

Bantuan sosial yang digelontorkan Indonesia berbentuk tunai maupun non-tunai. Pada Maret lalu, pemerintah menganggarkan Rp.110 triliun untuk program jaring pengaman sosial.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan akan bansos pun meningkat mengingat perkembangan pandemi Covid-19 di dalam negeri semakin memburuk. Anggaran untuk program jaring pengaman sosial pun ditambah.

Pada bulan Mei anggaran untuk program jaring pengaman sosial ini ditambah menjadi Rp.171,2 triliun. Kemudian pada bulan Juni anggaran kembali ditambah menjadi Rp.203,9 triliun.

BACA JUGA: Politisi PDIP: Orang-Orang yang Manipulasi Bansos Harus Dipenjarakan

Anggaran ini dialokasikan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), kartu prakerja, kartu sembako hingga subsidi listrik 450 dan 900 VA. Tak sampai di situ saja untuk mendongkrak daya beli masyarakat yang terdampak pandemi, pemerintah juga memberikan gaji ke-13 untuk ASN serta tunjangan bagi karyawan swasta. 

Gaji ke-13 di tahun 2020 diberikan kepada ASN, TNI, Polri dan pensiunan dengan total anggaran Rp.28,8 triliun. Sebesar Rp.14,8 triliun (Pemerintah Pusat) dan Rp.13,9 triliun (Pemda).

Untuk APBN adalah Rp.14,83 triliun dimana untuk pegawai aktif adalah Rp.6,94 triliun dan untuk pensiunan Rp.7,88 triliun. Sementara, untuk APBD sebesar Rp.13,99 triliun. Sehingga secara total pemerintah menggelontorkan anggaran Rp.28,8 triliun untuk gaji ke-13.

Komponen yang dibayarkan dalam gaji ke-13 meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan dan tidak termasuk tunjangan kinerja atau yang sejenisnya. 

Gaji ke-13 diharapkan akan bisa mendukung upaya pemerintah agar seluruh TNI Polri ASN bisa memenuhi kebutuhan belanja untuk tahun ajaran baru dan pendidikan bagi anak-anak namun sekaligus juga untuk bisa memberikan tambahan daya beli dalam memberikan stimulus ekonomi untuk mendorong kembali pemulihan ekonomi akibat Covid ke-19 ini. 

BACA JUGA: Polres Metro Tangerang Tindak Lanjuti Penyelidikan Dugaan Manipulasi PKH

Sementara untuk bansos pegawai swasta, pemerintah menargetkan anggaran Rp.37,87 triliun yang akan dialokasikan untuk memberikan bantuan 15,7 juta pegawai swasta dengan nilai bantuan Rp.600 ribu per bulan selama empat bulan.

Jika ditotal secara keseluruhan, maka pemerintah RI telah menganggarkan bansos senilai Rp.270,59 triliun atau setara dengan US$ 19,3 miliar (asumsi kurs Rp.14.000/US$). Bansos adalah bentuk stimulus fiskal yang lazim untuk banyak negara terutama negara berkembang. 

Di era Covid-19 ini kebijakan bansos diterapkan baik di negara berkembang maupun negara maju. Berdasarkan catatan International Growth Center (IGC), ada 352 jenis program bansos Covid-19 yang tercatat di berbagai negara di dunia. 

Program bansos ini meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan makanan, hingga subsidi listrik dan keringanan kewajiban keuangan masyarakat seperti kredit perbankan maupun pembiayaan dari leasing. (GUNG)

Sumber: CNBCIndonesia

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek