Lapsus
Senin 22 April 2019 10:48
Pemilu tahun ini dilaksanakan serentak pada 17 April 2019. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES – Media-media internasional memberikan perhatian serius kepada Indonesia, tak lain karena perhelatan pesta demokrasi (Pemilu 2019) yang digelar secara serentak, pada Rabu (17/04) kemarin.

Dilaksanakan secara bersamaan memilih Presiden/Wakil Presiden juga anggota-anggota legisltaif, DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi, DPD hingga DPR-RI.

Media internasional tersebut sebut Pilpres atau Pemilu di tanah air ini sebagai pesta demokrasi terbesar dan terumit di dunia, yang pernah diselenggarakan oleh sebuah Negara.

Seperti, surat kabar Inggris The Guardian dalam edisi daring [online], media ini menggambarkan besarnya pelaksanaan pemilu seraya mengingatkan pembaca mereka bahwa pemilu ini merupakan yang pertama yang menggabungkan antara pemilihan presiden dengan pemilihan anggota parlemen.

Namun menurut surat kabar ini, pemilu presiden telah mendominasi pembicaraan mengenai pemilihan umum 2019 ini.

Sedangkan, portal CNN menyebut besarnya pemilu di Indonesia seraya mengutip laporan lembaga kajian Australia, Lowy Institute, yang menyebut pemilu di Indonesia merupakan "satu hari pemungutan suara paling rumit" yang pernah dilakukan.

Tantangan logistik penyelenggaraan pemilu menjadi perhatian CNN yang menggambarkan pengiriman kertas dan kotak suara harus dilakukan dengan cara tak biasa, seperti misalnya membawanya di atas kuda atau melintasi hutan belantara.

Selain menggambarkan persaingan antara dua calon presiden, CNN menutup laporan mereka tentang besarnya jumlah pemilih muda dan upaya para calon untuk mendekati mereka.

Sementara, Harian New York Times yang menyebut pemilu di Indonesia sebagai "the world's largest direct presidential election" atau pemilihan "presiden secara langsung terbesar di dunia".

Sementara itu Al Jazeera menurunkan laporan pemilu 2019 ini sebagai persaingan dua calon presiden dan wakil presiden dengan Jokowi-Maruf yang menggambarkan diri sebagai "progresif sekaligus relijius" dengan Prabowo yang pernah dikaitkan dengan "pelanggaran hak asasi manusia!.

Sebagai informasi, seperti dikutip laman BBCIndonesia jumlah pemilih sebanyak 193 juta orang pada Pemilu 2019 ini dan merupakan yang terbesar di dunia dalam hal memilih presiden secara langsung. Jumlah ini bertambah sebanyak 2,4 juta orang dari pemilu 2014 silam.

Pemungutan suara dilaksanakan di 809.500 tempat pemungutan suara (TPS) seluruh tanah air, di mana setiap TPS akan melayani sekitar 200 hingga 300 orang pada saat hari pencoblosan. Pada pemilu tahun 2014 yang lalu, jumlah TPS sekitar 500.000 dan setiap TPS melayani sekitar 400 pemilih.

Sedangkan jumlah total calon anggota legislatif yang bersaing sebanyak 245.000 orang yang memperebutkan sekitar 20.500 kursi yang ada di 34 provinsi dan sekitar 500 kabupaten kota. Pada hari yang sama, pemilu di Indonesia menjalankan lima pemilihan bersamaan yaitu pemilihan presiden-wakil presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Namun, sungguh ironis dampak perhelatan mega besar ini juga banyak menelan korban jiwa. Dilaporkan dibeberpa daerah, para petugas seperti dari KPPS, personel kepolisian dan lainnya dilaporkan meninggal dunia karena kelelahan mengawal kelancaran pemilu ini.

Para petugas KPPS yang dilaporkan meninggal sebagian besar berasal dari Jawa. Rinciannya, di Jawa Barat di­laporkan ada 12 orang meninggal. Kemudian di Jawa Tengah 8 orang dan di Jawa Timur 9 orang. Sedangkan untuk personel Polisi, dilaporkan ada 10 orang meninggal.

Penyebabnya macam-macam. Ada yang terkena serangan jan­tung, sakit, sampai keguguran setelah bertugas di hari pencoblosan, 17 April kemarin. Yang jelas, kerja mereka sangat mele­lahkan. Di banyak daerah, para petugas bekerja nonstop selama lebih dari sehari semalam untuk menyelesaikan pemungutan sampai penghitungan suara. (GUNG/SFB)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek