Ekonomi
Sabtu 10 Oktober 2020 14:18
Camat Tigaraksa Rahyuni saat bersama Suhayati sebelum rumahnya di renovasi. (FOTO: Humas)
\"Share

TANGERANG - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Kecamatan Tigaraksa, melaksanakan program bedah rumah tidak layak huni milik Suhayati (55), warga Kampung Kedongdong RT 005 RW 003, Desa Pasir Nangka. Renovasi dilakukan dengan memperbaiki atap dan struktur bangunan rumah yang sudah rusak.

Suhayati (55), mengaku bersyukur karena rumah yang dibangunnya pada tahun 1987 itu dipilih dalam program bedah rumah tidak layak huni. Ia juga menambahkan, kondisi rumah yang nyaris roboh ini sudah terjadi kurang lebih selama tiga tahun. 

"Alhamdulillah, saya bersyukur kepada semua yang sudah membantu saya sangat berterimakasih," ucap dia baru-baru ini.

Suhayati memiliki empat orang anak, suaminya meninggal dunia karena sakit, kini suharyati hanya tinggal dengan tiga orang anaknya yang masih bersekolah dan menimba ilmu di pesantren salafi.

"Saya hanya tinggal bersama tiga anak saya, anak pertama sudah berkeluarga, kebutuhan sehari-hari pun sulit," kata dia.

BACA JUGA: Dibesarkan PPP, Berlabuh ke Demokrat Kini Irna 'Bermadu Kasih' dengan PDIP

Sementara Camat Tigaraksa Rahyuni menuturkan pada program bedah rumah ini, total bantuan yang diberikan sebesar Rp.80 juta untuk material dan pengeboran air bersih dengan target pengerjaan selama satu bulan. 

"Ada 55 rumah tidak layak huni yang akan dibedah di tahun ini, rumah ini salah satunya. Kita renovasi bangunannya sampai menjadi rumah layak huni," jelas Rahyuni dalam keteranganya di Tangerang, Jumat (09/10). 

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh pihak kecamatan sejak 2019 lalu, di wilayah Tigaraksa terdapat 680 rumah tidak layak huni paling banyak ditemukan di kampung Tegal Sari, Desa Pete. Meski begitu, saat ini sebanyak 55 rumah sudah layak huni setelah diikutsertakan dalam program bedah rumah. 

"Tentu ini tidak mudah untuk kita selesaikan harus dari semua aspek. Untuk dari Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri setiap tahun dari Dinas Perkim itu ada 50 rumah yang harus dibedah tapi itupun hanya yang berada di kawasan," tutur Rahyuni. (EDY) 

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek