Kesehatan
Sabtu 13 November 2021 17:51
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni. (FOTO: Dok-IST)
\"Share

BANTENEXPRES - Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-57 Tahun 2021 yang diperingati setiap tanggal 12 November, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melounching dua program unggulan. Dimana dua program ini diluncurkan dalam rangka menekan angka stunting dan tuberkulosis di Kota Tangerang.

Kedua program yang diluncurkan di Gedung Sport Center Grand Duta, Kecamatan Periuk ini, diberi nama Tatalaksana Gizi Buruk Agar Segera Pulih (Laksa Gurih) yang berbasis aplikasi website. Serta Aksi Skrining Mandiri Berbasis Masyarakat (Asmara) TB yang dilakukan pula pelantika dan pelatihan kepada 1089 kader Asmara TB.

“Jadi, untuk program Asama TB itu, kami (Dinkes) mencanangkan 5 ribu kader TB yang pembentukannya secara berkala. Sedangkan untuk Laksa Gurih itu aplikasi berbasis website yang nantinya akan menjadi data kita dalam memberantas stunting atau gizi buruk di Kota Tangerang,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni.

Dan untuk mendorong partisipasi dan memberikan fasilitas kepada masyarakat yang memiliki potensi TB. Dinkes juga bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait moda transportasi yang akan digunakan bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke RSUD Kota Tangerang.
 
“Selama 30 hari bus Jawara akan melayanin pasien diabetes di puskesmas untuk dibawa ke RSUD. Di sana akan dilakukan pemeriksaan seperti rontgen, karena biasanya penderita diabetes rentan terkena TB. Tentu, semua layanan ini gratis,” jelas dia.

dr. Dini juga menyampaikan saat ini kasus TBC di Kota Tangerang masih terus ada. Meskipun angkanya di bawah rata-rata.

“Menurut data yang kami miliki, Kota Tangerang, perbandingannya itu 172 orang per 100 ribu penduduk atau setara dengan 3.043 kasus, serta ditemukan 11 angka kematian pada saat tengah melakukan proses pengobatan," tutur dia.

Sedangkan untuk angka stunting juga masih di bawah rata-rata Provinsi Banten. “Kota kita termasuk di bawah nasional dan provinsi. Kalo Provinsi Banten 3,4 kita 16,8 tapi tetap kita coba turunkan 14 persen,” demikian dr. Dini Anggraeni.

(ADV)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek