Lapsus
Selasa 01 Oktober 2019 22:03
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Dedi Suhada. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

BANTENEXPRES - Kota Tangerang sebagai bagian dari banyak kota di Indonesia yang melakukan pembangunan secara terus menerus, akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. Salah satunya adalah menghasilkan emisi gas rumah kaca, yang merupakan gas penyebab terjadinya perubahan iklim di muka bumi.

Perubahan iklim yang terjadi menyebabkan terjadinya ketidakpastian musim hujan dan kemarau di Indonesia, meningkatkan potensi banjir, tanaman gagal panen, peningkatan suhu udara, dan krisis air bersih. Agar dampak perubahan iklim ini dapat diminimalkan, Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen untuk turut serta dalam aksi-aksi penurunan emisi gas rumah kaca alias GRK.

Pada tanggal 17 September yang lalu bertempat di salah satu Hotel di Kota Tangerang, Walikota Arief Wismansyah menandatangani letter of commitment (LoC) atau surat berkomitmen kepada The Global Covenant of Mayors for Climate & Energy (GCoM) bersama dengan perwakilan kota lain, yaitu Kota Palembang, Makassar, Malang, Depok dan Denpasar dalam acara Knowledge Management Forum (KMF) yang diselenggarakan oleh APEKSI dan GCoM-IUC.

Dengan ditandatanganinya LoC ini, maka Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen untuk terus mengurangi dampak emisi gas rumah kaca [GRK], mengantisipasi dampak perubahan iklim, meningkatkan penggunaan energi yang ramah lingkungan, dan melaksanakan pembangunan yang rendah emisi karbon.

“Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang terutama upaya DLH Kota Tangerang mengajak partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kampung Iklim dengan cara mengelola sampah, meningkatkan penghijauan kampung, dan membangun resapan air dalam rangka mengurangi potensi banjir dan upaya konservasi air ke dalam tanah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Dedi Suhada.

BACA JUGA: DLH Kota Tangerang Tingkatkan Pelaporan Pengelolaan Limbah B3 Berbasis Online

Tahun 2019 sebanyak 50 RW disiapkan untuk dapat menjadi Kampung Iklim yang akan menjadi model bagi RW-RW lainnya dalam penerapan Kampung Iklim di tahun berikutnya. Target kami seluruh RW sebanyak 1004 RW dapat menjadi Kampung Iklim, sambung Dedi.

Tidak saja penerapan Kampung Iklim, upaya-upaya lain yang dilakukan oleh Dinas lain akan menjadi upaya dalam mengurangi emisi GRK dari Kota Tangerang. Upaya perbaikan sistem transportasi umum massal dengan menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) yang dikawal oleh Dinas Perhubungan merupakan upaya signifikan dalam mengurangi emisi GRK ini.

Penghijauan kota dengan membangun taman tematik juga dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga merupakan salah satu upaya pengurangan emisi GRK. Upaya pengurangan sampah di sumber melalui program Bank Sampah dan Sedekah Sampah serta upaya peningkatan pengelolaan TPA Rawa Kucing merupakan upaya lainnya dalam mengurangi emisi GRK di Kota Tangerang.

Peningkatan aksi-aksi penurunan emisi GRK juga menjadi tujuan dalam kerja sama antara Pemerintah Kota Tangerang dengan ICLEI – Local Governments for Sustainability yang telah terjalin semenjak tahun 2017. Program Ambitious City Promises (ACP) merupakan program yang dilaksanakan di KotaTangerang, berupaya menjaring seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder untuk turut serta dalam aksi-aksi penurunan emisi GRK.

Pada tanggal 29 Agustus yang lalu telah dilaksanakan Konsultasi Publik dengan mengundang lebih kurang 100 peserta, dalam rangka menjaring aksi-aksi yang telah dilaksanakan oleh stakeholder dan rencana aksi yang akan dilakukan.

“Pada acara Konsultasi Publik ini dibagi menjadi 4 kelompok pembahasan, yaitu 1) energi dan bangunan hijau; 2) Air bersih dan limbah (padat dan cair); 3) Transportasi dan kualitas udara; dan 4) Ruang terbuka hijau dan pertanian perkotaan,” ujar Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Tangerang, Dadang Basuki.

“Nantinya rumusan aksi-aksi yang sudah dilakukan dan rencana kegiatan dari masing-masing stakeholder akan dihimpun dan dijadikan sebagai Rencana Aksi Kota Tangerang dalam Penurunan Emisi GRK sebagai bagian dari Program  Ambitious City Promises (ACP) serta diharapkan partisipasi aktif masyarakat Kota Tangerang dalam menjalankan program ini,” jelas Dadang. (ADV)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek