Hukum_Kriminal
Selasa 16 Juni 2020 08:24
Aktivis lingkungan melaporkan pengelola TPA Cipeucang ke KPK, KLHK dan Mabespolri, di Jakarta, Senin (15/06). (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Tiga pekan sudah tragedi longsornya tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang, Kota Tangerang Selatan berlalu. Sejumlah aktivis lingkungan hidup menilai pihak-pihak terkait lamban dalam penanganan kasus ini.

Seperti yang disuarakan Yapelh dan Banksasuci yang sudah lama menyoroti persoalan TPA Cipeucang, menganggap proses recovery dan proses hukumnya belum menunjukan progres.

"Clean Up Cisadane mestinya sudah tuntas, ini sangat lamban. Sampai sekarang masih kerkutat pada sampah dipermukaan, belom lagi sampah yang didasar sungai," kata Direktur Banksasuci Ade Yunus dalam keteranganya di Tangerang, Senin (15/06).

Ia mengapresiasi upaya Pemkot Tangsel dan kontraktor sheet pile dalam upaya recovery. Namun, pihaknya masih menganggap upaya yang dilakukan masih tidak signifikan.

"Semuanya kan diluar target, katanya sepekan juga selesai, sampai sekarang kita masih saja nerima timbunan sampah dari bekas ongsoran TPA itu," jelas dia.

BACA JUGA: Longsornya TPA Cipeucang Harus Ada Yang Bertanggung Jawab

Adapun terkait masalah proses hukum, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, dan akan terus melakukan monitor perkembangan kasus tersebut.

"Kita sudah serahkan dan percayakan kepada aparat penegak hukum, sepenuhnya kita hormati proses hukum yang sedang berlangsung, seraya kita kawal bersama," terangnya.

Pihaknya meminta proses dan progres hukum dapat disampaikan secara transparan dan akuntabel, dapat menguak pihak-pihak yang harus bertanggung jawab.

"Kita harap proses hukum berlangsung hingga tuntas, baik dalam hal dugaan Pelanggaran UU Nomor 32/2009, UU Nomor 18/2008, UU Nomor 2/2017 serta UU Nomor 31/1999," jelas Ade.

Pihaknya telah melaporkan kasus longsornya TPA Cipeucang ini ke Bareskrim Mabes Polri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup terus berupaya menangani persoalan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan.

BACA JUGA: Stadion Benteng Tangerang, Mistis Nan Memorable

Pengerukan sampah yang longsor ke aliran sungai Cisadane sudah tiga pekan lalu itu dijanjikan rampung, Senin (15/06). "Senin pekerjaan pengerukan sampah rampung dikerjakan," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Toto Sudarto dalam keterangan tertulis kepada media, Senin (15/06).

Ia menjelaskan, hingga saat ini kondisi pengerukan sampah yang menutupi sebagian aliran sungai sudah capai 95 persen. "Pekerjaan pengerukan sampah untuk atasi longsor dari badan sungai dilakukan dari pagi sampai pukul 23.00 WIB," kata dia.

Menurutnya, penanganan sampah dilakukan sejak terjadinya longsor pada 22 Mei 2020 lalu. Dinas Lingkungan hidup melakukan evaluasi terhadap proses penanganan setiap harinya.

“Bahkan, melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) penyemprotan B8 atau cairan kimia penghilang bau terus dilakukan,” ujar Toto. (EDY/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek