Lapsus
Sabtu 02 April 2022 11:08
Ade Yunus dalam kesempatan bersama Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Aktivis dan penggiat sosial Ade Yunus merasa perihatin atas terjadinya dualisme organisasi kepemudaan alias KNPI Kota Tangerang.

Ade pun mendorong agar Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), segera melakukan rekonsilisasi kepemudaan dan menyatukan kembali pemuda potensial Kota Tangerang.

"Indikasi perpecahan kan sudah terlihat pasca Musda (Puncak Bogor). Mestinya bisa diantisipasi, dan sekarang faktanya dualisme itu sudah terjadi," sesal Ade.

"Saya kira belum terlambat untuk segera melakukan rekonsiliasi kepemudaan yang difasilitasi oleh Pemkot Tangerang melalui Dispora," imbuh Ade saat Diskusi Daring "Pemuda Tanpa Muda", Sabtu (02/04).

Ade yang juga inisiator Upacara Hari Sumpah Pemuda di Tengah Sungai Cisadane, meminta agar Pemkot melalui Dispora mengambil peran dan tidak membiarkan perpecahan pemuda di Kota Tangerang terjadi.

"Komunikasi untuk rekonsiliasi pemuda harus segera dibangun yang difasilitasi oleh Dispora, tidak boleh senyap harus terbuka, agar terlihat upaya dan terlihat rekonsiliasi tersebut," pinta dia.

Persoalan hasil diserahkan pada proses, tetapi ikhtiar untuk menyatukan kembali pemuda harus dilakukan, sambung dia.

"Bukan didiamkan apalagi terkesan adanya pembiaran," ucap dia.

Secara kasat mata, kata Ade, dualisme pemuda di Kota Tangerang (baca-KNPI) seperti tontonan infotainment, saling adu argumen di media namun para pihak tidak pernah duduk bersama.

"Kalau saling konfrensi pers, adu argumen di media, tapi tidak pernah bertemu dan duduk bareng, kita kan jadi seperti nonton infotainment," Ade berujar.

"Oleh karena itu, duduk bersama untuk mendingkinkan suasana perlu dilakukan," tegas pria berkaca mata ini.

Bagi Ade, harapan terwujudnya rekonsilisasi pemuda di Kota Tangerang adalah demi catatan sejarah kepemudaan di Kota Tangerang itu sendiri.

"Saya mengenal baik kedua belah pihak, dan keduanya merupakan para pemuda potensial. Bila mereka bersatu, geliat kegiatan pemuda di kota ini akan maju dan penuh keceriaan," tutur dia lagi.

Namun, bila masih terpecah sulit untuk rekonsiliasi dan memilih adanya dualisme, maka sejarah juga akan mencatat perpecahan pemuda Kota Tangerang terjadi pada masa siapa? siapa Kadisporanya, Siapa Kepala Daerahnya?, menurut dia.

"Oleh karena itu semoga rekonsiliasi terwujud dan pemuda kembali bersatu membangun Kota Tangerang," Ade Yunus berharap.

Perjalanan dualisme KNPI Kota Tangerang

Sekedar mengingatkan, Musyawarah Daerah (Musda) Ke-X DPD KNPI Kota Tangerang, yang dilaksanakan di Puncak, Gadog, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/11) tahun lalu, secara voting Yudhistira Prasasta terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kota Tangerang periode 2021-2024.

Selang sebulan kemudian, tepatnya pada Jum'at (17/12), sekira 22 OKP Kota Tangerang menggelar silaturahmi lintas OKP yang kemudian mendeklarasikan Forum OKP Kota Tangerang yang bertempat di Days Suit Hotel, Neglasari.

Rabu (09/02) Ketua DPD KNPI Banten Versi Mohammad Rano Alfath melantik 123 Pengurus DPD KNPI Kota Tangerang yang dinahkodai Yudhistira Prasasta.

Kemudian pada hari Sabtu, (26/03) pekan kemarin, Ketua DPD KNPI Banten Versi Ali Hanafiah membuka Musda DPD KNPI Kota Tangerang di Gedung KNPI KP3B Serang, yang kemudian secara aklamasi memilih Maryasin sebagai ketua KNPI Kota Tangerang.

Kini, KNPI Kota Tangerang Versi Yudistira berkantor di Gedung KNPI Kota Tangerang, Jalan Dimyati, sementara KNPI Kota Tangerang Versi Maryasin berkantor di belakang Markas Pemuda Pancasila.

Kepala Daerah acuh

Sebelumnya, awak media ini juga pernah meminta komentar Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, terkait mencuatnya dualisme KNPI Kota Tangerang tersebut. Jauh hari sebelum adanya Musda kubu Ali Hanafiah.

Dalam kesempatan door stop, seusai peringatan Dirgahayu atau HUT Ke-29 Kota Tangerang, pada Februari lalu. Awak media ini mencoba ajukan pertanyaan kepada orang nomor satu di kota berjuluk Ahlaqul Karimah ini.

Namun, secara mengejutkan, sang Wali Kota hanya menanggapi dengan enteng dan santainya. Dia mengatakan urusan (dualisme) itu urusan anak-anak.

Sekelumit pernyataan Wali Kota Tangerang ini pun disambut bisik-bisik oleh Ketua DPRD Gatot Wibowo dan juga Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, yang tepat berada dibelakang Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, pun juga menghindari pertanyaan awak media ini. Saat dikejar pertanyaan dualisme KNPI Kota Tangerang.

Kaonang terkesan berlari dari kenyataan. Bahwa faktanya hari ini pemuda di Kota Tangerang terbelah. Dan kini, konon kabarnya perpecahan pemuda yang berada dalam wadah organisasi KNPI ini sudah menjadi 'bahan gosip' tetangga sebelah (baca-daerah).

(ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek