Hukum_Kriminal
Rabu 29 Juli 2020 21:47
Kartu Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial Republik Indonesia. (FOTO: DOK-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES – Kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilakukan oknum, khususnya di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang sudah masuk ke ranah hukum terus bergulir.

Setelah penyidik dari Krimsus Polres Metro Tangerang memanggil, diantaranya pelapor LSM GARUK KKN, dan juga korban telah dimintai keterangannya beberapa waktu lalu.

Kini penyidik akan segera memanggil terlapor serta pihak-pihak terkait lainnya di dalam kasus dugaan penyelewengan dana bansos dari kementerian sosial tersebut [PKH].

Salah satu penyidik Krimsus Polres Metro Tangerang yang menangani laporan berjanji akan mengusut tuntas kasus ini.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Saeroji, menudukung langkah aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana bansos PKH.

BACA JUGA: Komisi II Minta Polisi Usut Hilangnya Dana Bansos PKH

“Sudah bagus bila polisi mengusut kasus penyelewengan bansos PKH, tindak tegas. Agar ada efek jera,” tegas Saeroji kepada BantenExpres, Senin (27/07) di kantornya.

Ia pun berharap kedepan para penerima bantuan sosial--seperti Program Keluarga Harapan (PKH) benar-benar merasakan manfaatnya.

“Kasihan kalau masyarakat miskin penerima bansos masih juga diembat haknya oleh oknum,” kata politisi asal PKS ini.

“Saya berharap, kedepan bansos apapun harus benar-benar diterima kepada yang berhak tidak ada lagi penyelewengan. Dan, Dinas Sosial juga harus mengawasi persoalan ini,” demikian Saeroji.

Diketahui, Nur Asiyah (50) salah satu korban warga Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk yang kehilangan saldonya di rekening BNI Pandai telah diperiksa penyidik di Polres Metro Tangerang, pada Senin (27/07) kemarin.

Kepada penyidik, ia menceritakan kronologis hilangnya saldo dana PKH di rekening BNI. Terjadi antara kurun waktu tahun 2018-2019 sebesar Rp.5,5 juta.

Seperti diberitakan, terjadi dugaan penggelapan dan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia pada program PKH di wilayah Kota Tangerang. Dan telah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang oleh salah satu NGO. (EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek