Nasional
Rabu 05 Desember 2018 08:51
Giat 212 pada 2016 lalu, di Silang Monas Jakarta. (BantenExpes | Azie Stianegara)
\"Share

BANTENEXPRES - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menilai sejumlah pihak yang mengkritik Reuni Akbar 212 di kawasan Monas, Ahad (2/12) tidak berdasar. Menurutnya, kritik terhadap acara yang dihadiri peserta dari penjuru Tanah Air itu adalah bentuk ketakutan terhadap kebangkitan umat Islam.

“Reuni 212 kemarin itu penuh semangat persatuan, kerukunan dan persaudaraan. Acara berlangsung tertib dan damai. Hanya pengkritik Reuni 212 yang tak suka umat Islam bersatu," kata Andre di Jakarta, Senin (03/12).

Sejumlah pihak mengkritik jalannya Reuni Akbar 212, Ahad (2/12) yang dinilai bermuatan politis dan tak murni atas prakarsa umat Islam. Andre berpendapat kritik bertubi-tubi kepada Reuni 212 seolah menunjukkan para pengkritik khawatir dengan gerakan kebangkitan umat Islam.

"Mungkin ada orang panik lihat jutaan umat datang. Orang-orang yang sejak awal terkesan menghalang-halangi acara 212," ucap Andre.

Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, banyaknya umat Islam yang hadir di acara Reuni 212 menunjukkan umat Islam tak takut genderuwo yang mencoba menghalang-halangi jalannya acara tersebut.

"Genderuwo yang bilang Reuni 212 bakal rusuh, bikin masyarakat ketakutan, yang mempersulit masyarakat untuk datang ke Monas. Toh, tuduhan yang ditebar tak terbukti. Reuni berjalan tertib, tak ada sampah berserakan, tak ada taman yang diinjak-injak," kata Andre.

Jalannya reuni yang tertib juga menepis anggapan bahwa Islam di Indonesia cenderung radikal. "Ada jutaan yang hadir, tapi acara tetap tertib, aman. Kalau ada framing Islam di Indoneisa radikal, itu nggak bener," tegas Andre dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir laman Republika online.

Dua hari sebelum Reuni Akbar 212 2018, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyinggung rencana aksi yang dinilainya membuat masyarakat takut. Moeldoko kemudian menjelaskan di hadapan jurnalis dengan mengimbau massa yang hendak menyelenggarakan aksi Reuni 212 agar mengkaji rencananya.

Penjelasan itu semacam menegaskan pesan istana agar Reuni Akbar 212 dibatalkan. Tetapi pesan Moeldoko tersebut tidak mampu membendung lautan massa untuk reuni akbar pada 2 Desember 2018.

Senada dengan Moeldoko, Wiranto Menkopolhukam juga sehari sebelumnya mengemukakan sebenarnya Polisi bisa tidak memberikan izin terhadap suatu aksi, jika dianggap tidak relevan. Menurutnya Reuni 212 pada 2018 ini sudah tidak relevan.

Pernyataan Wiranto juga menunjukan kesan jelas ia tidak setuju dengan Reuni 212. Tetapi pesan Wiranto juga tidak mampu membendung lautan massa untuk datang ke Monas pada 2 Desember 2018. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek