Nasional
Senin 14 September 2020 20:06
Wakapolri Gatot Eddy Pramono dalam kesempatan bersama KSAD Jend TNI Andika Prakasa. (FOTO: Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES – Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, membantah ingin merekrut preman untuk menegakan protokol pencegahan Covid-19 di pasar. Yang benar, kata dia, polisi ingin melibatkan pimpinan informal di satu komunitas pasar tradisional untuk mengingatkan pentingnya menjalankan protokol kesehatan.

Jenderal Bintang Tiga ini menuturkan dalam setiap komunitas, termasuk di pasar, ada tokoh-tokoh yang dihormati. Mereka inilah, kata Gatot, yang diajak polisi untuk membangun kesadaran kolektif tentang penerapan protokol kesehatan.

"Realitasnya di masyarakat kita, pasar tradisional itu tidak ada pimpinan (formal). Realitasnya ada yang menyebutnya sebagai kepala keamanan, mandor, atau jeger. Bukan kami merekrut preman," jelas dia dalam rapat kerja bersama Komisi Hukum DPR, Senin (14/09).

BACA JUGA: PSBB, Resesi dan Depresi

Tokoh-tokoh informal ini tidak berwenang untuk menerapkan sanki-sanksi yang diatur dalam peraturan daerah atau peraturan kepala daerah. Dalam hal ini Satpol PP lah yang berhak menjalankannya, menurut Gatot.

Ia berujar jumlah personel polisi sangat terbatas. Karena itu keterlibatan tokoh-tokoh informal dalam satu komunitas diperlukan untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

"Kalau kesadaran kolektif berbasis komunitas kita kerjakan bersama, percepatan memutus mata rantai Covid-19 bisa dilaksanakan," tegasnya.

Seperti diketahui, adanya wacana polisi akan merekrut preman untuk menegakan protokol kesehatan di pasar pada masa pandemik Covid-19 menuai pro kontra keras di ruang publik. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek