Hukum_Kriminal
Rabu 23 September 2020 17:19
Koordinator Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Indonesia (LPPNRI), Yan Sandi. (FOTO: IST)
\"Share

TANGERANG - Keberadaan perluasan perumahan bagi ASN yang berlokasi di wilayah RT. 06/04 Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang dipertanyakan. Pasalnya, pembangunan perumahan yang diprakarsai Koperasi Korpri Kota Tangerang dan diperuntukan untuk ASN yang belum memiliki rumah ini diduga tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Koordinator Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Indonesia (LPPNRI), Yan Sandi, mengungkap dari hasil investigasi dilapangan, pihaknya melihat perumahan Korpri tersebut tidak dilengkapi dengan surat-surat seperti IMB dan lain sebagainya.

Kata dia, dengan luas tanah 7525 m2, rencana akandi bangun sebanyak 54 unit rumah dan dalam penawarannya perumahan tersebut dengan harga bervariasi, dari harga Rp.360 juta sampai dengan Rp.492 juta dengan ukuran type 36/72 s/d 36/118, sementara bangunan yang sudah dikerjakan mencapai 70 persen.

BACA JUGA: Warga Tergusur Menangis, Wali Kota Tangerang Tak Bisa Berbuat Apa-Apa

“Oleh karena itu kami layangkan surat guna mempertanyakan kepada seluruh instansi yang terkait dalam persoalan izin tersebut [IMB]. Apakah sudah ada atau belum? Sebab peletakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Tangerang pada 29 September 2019 lalu,” terang dia dalam keterangan tertulisnya kepada BantenExpres, Rabu (23/09) di Tangerang.

“Kami akan memantau terus pembangunan tersebut. Jangan mentang-mentang ada keterlibatan Wali Kota dalam peletakan batu pertama sehingga ijin mendirikan bangunan diabaikan,” ujar dia.

“Kalau memang ada dugaan penyelewengan atau penyalahgunaan wewenang/SOP kami akan bawa kasus ini ke Mabes Polri,” demikian ancam Yan Sandi. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek