Lapsus
Senin 15 Maret 2021 21:47
Ilustrasi - Kampanye Pilkada Kota Tangerang tahun 2018 lalu. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Pemerintah saat ini terus menggodok aturan penyelenggaraan pilkada serentak dan bahkan pemerintah mewacanakan pilkada serentak bisa saja digelar pada tahun 2027 bukan tahun 2024. Wow!

Tak ada yang salah dengan rencana pemerintah tersebut meski hingga kini masih dalam perdebatan panjang. Tuai pro kontra dalam negara demokrasi dipandang sebagai dinamika politik, kata pengamat.

Di sisi lain, daerah-daerah yang bakal menggelar pesta demokrasi tersebut juga mulai menggeliat. Dan dipastikan bakal banyak kepala daerah yang berstatus sebagai penjabat alias PLT (Pelaksana Tugas).

Hal ini membuat (nanti) peta pertarungan pilkada serentak tidak lagi dihuni para incumbent atau petahana. Nah, peluang ini juga tentunya akan menjadi kesempatan emas bagi para petarung untuk mengikuti pilkada serentak.

Oleh sebab, bilamana tidak ada petahana (incumbent) pertarungan sengit nan dinamis sangat terbuka lebar. Masing-masing kandidat punya peluang tinggi, bersaing secara head to head.

Pun di Kota Tangerang Banten juga dipastikan ikut menggelar pilkada serentak. Kota yang dijuluki kota seribu industri dengan tagline Ahlaqul Karimah ini dipastikan tidak dihuni incumbent, bila pilkada serentak digelar 2024.

Geliat peta politik di Kota Tangerang sudah tercium riuh. Ini mulai terlihat disudut-sudut kota nampak baliho-baliho besar terpampang, diduga kuat milik bakal para kandidat yang siap meramikan pilkada.

Lihat saja baliho yang memampang wajah Abdul Syukur, mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang banyak ditemukan disudut-sudut Kota Tangerang. Juga ada baliho besar milik Sekjend DPW PPP Banten Iskandar ikut menghiasi spot jalan-jalan protokol Kota Tangerang.

Abdul Syukur saat dihubungi BantenExpres melalui pesan singkatnya (WhatsApp), Ahad (13/03) malam, mengatakan kesiapanya kembali mengikuti pilkada Kota Tangerang.

"Insya Allah kalau dikasih sehat, peluang dan kesempatan gw maju lagi," tegas Syukur.

Selain memasang baliho, Syukur juga mengaku masih memiliki jaringan dan para relawan yang tersebar di Kota Tangerang.

Seperti diketahui, Abdul Syukur sempat mengikuti pilkada Kota Tangerang pada tahun 2013 bersama partai Golkar disandingkan dengan Hilmi Fuad asal PKS. Namun, nasib politik belum memihak pasangan ini alias kalah.

Politisi Kota Tangerang

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Gatot Wibowo juga digadang-gadang banyak pihak bakal ikut meramaikan pilkada Kota Tangerang, tapi masih terlihat malu-malu kucing.

Gatot Wibwo yang juga Ketua DPRD Kota Tangerang ini menyatakan belum siap untuk menjadi Walikota Tangerang mendatang.

"Saya belum siap menjadi Walikota. Saya masih pengen di dewan (DPRD) aja," ujar Bowo saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Bowo beralasan, masih banyak kader-kader PDIP di Kota Tangerang yang lebih mumpuni dan hebat ketimbang dirinya untuk mengikuti pilkada.

"Di PDI Perjuangan tidak kekurangan kader. Masih banyak kader-kader lainnya yang hebat, lebih cerdas dari pada saya. Silahkan tanya kepada teman-teman," ujar dia.

"Sekali lagi, untuk tahun ini saya belum berminat ikutan pilkada. Saya masih pengen di DPRD, lagian pilkada masih jauh bro," seloroh Bowo melempar tawa.

Hal senada disampaikan Tengku Iwan, eks Ketua DPD PKS Kota Tangerang yang sekarang tengah menjabat sebagai wakil pimpinan DPRD Kota Tangerang.

Kepada BantenExpres, Tengku mengungkap masih banyak kader-kader PKS yang lebih pas untuk mengikuti pilkada Kota Tangerang mendatang.

"Mungkin pak Hilmi lebih pas. Dia masih punya elektabilitas bagus di Kota Tangerang," ucap Tengku akhir pekan kemarin.

Menurutnya, PKS terlebih dahulu akan menjaring nama-nama yang bakal dimajukan untuk mengikuti pilkada.

"Yah selain itu kita juga biasanya melakukan survei kepada calon kandidat-kandidat yang akan dimajukan itu. Juga terbuka dari eksternal partai, orang lain bisa saja masuk," jelas dia.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Tangerang Arief Wibowo mengatakan pihaknya selalu siap dalam perhelatan pesta demokrasi, pilkada di Kota Tangerang

Arief berkata, para kandidat potensional telah dipersiapkan, antara lain Hilmi Fuad (Ketua MPD) PKS Kota Tangerang, Tengku Iwan (Sekretaris DSW) PKS Banten.

"Kemudian ada Bu Tuti Elfita, pengurus bidang perempuan dan ketahanan keluarga DPP PKS," ungkapnya.

Namun, untuk pilkada keputusan pencalonan ada di DPP,   sambung dia. "Sehingga tugas kami di DPD adalah merumuskan strategi pemenangan, menggodok serta mempersiapkan usulan calon berdasarkan realitas di lapangan," jelas Arief.

Terpisah, Turidi Susanto politisi partai Gerindra yang juga wakil pimpinan DPR Kota Tangerang, juga masih terlihat malu-malu kucing saat ditanya kesiapanya pada pilkada serentak nanti.

Turidi berujar, sampai saat ini ia masih ingin dan tetap konsen melayani masyarakat Kota Tangerang mengabdi sebagai wakil rakyat.

"Intinya kita tetap konsen melayani masyarakat, mengadvokasi persoalan-persoalan warga. Dan sesuai instruksi DPP Gerindra, kita juga terus melakukan konsolidasi dalam rangka pilkada serentak itu," ujar Turidi diruang kerjanya, Senin (15/03).

Adapun untuk pilkada Kota Tangerang ia enggan mengungkap panjang lebar para kandidat yang akan dimunculkan kelak.

"Niat mah ada, target minimal T-2 (Baca-Wakil Walikota). Pilkada masih lama," ucap Turidi sembari melempar senyum saat kembali di desak kesiapanya menjadi Walikota Tangerang mendatang.

Proses pilkada bisa dibilang masih panjang. Namun, peristiwa dan perkara politik acap kali datang lebih cepat dari apa yang dibayangkan. Seperti tsunami politik yang menghantam partai Demokrat, publik dibuat terkejut dengan di gelarnya KLB Demokrat versi Moeldoko berberapa waktu lalu di Sumut. (ZIE/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek