Lapsus
Rabu 15 September 2021 21:33
Alm Kyai Edi Junaedi dimakamkan di TPU Perintis, Kelurahan Sukasari Tangerang. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Pimpinan DPRD Kota Tangerang menyampaikan duka cita, turut berbelasungkawa atas kepergian Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, KH Edi Junaedi Nawawi yang tutup usia pada Rabu (15/09) pagi tadi.

Ketua DPRD Gatot Wibowo mengaku sangat kehilangan sosok almarhum Kyai Edi, seorang ulama besar di Kota Tangerang.

"Pimpinan dan segenap anggota DPRD Kota Tangerang, turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya guru kita, orang tua kita, panutan kita, Kyai Edi Junaedi," ujar Bowo kepada BantenExpres seusai mensholatkan alm Kyai Edi, di Masjid Al-Azhom, Rabu (15/09) sore.

"Semoga beliau diampuni segala dosa-dosanya. Dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," sambung dia.

Kyai Edi juga adalah tokoh dan panutan bagi masyarakat Kota Tangerang, menurut Bowo.

"Kami banyak belajar dari beliau dimasa hidup. Tentang cara kesederhaan hidup, tentang cara memikirkan ummat," ucap politisi PDI Perjuangan ini.

"Tentu kita semua sangat kehilangan. Dan beliau juga seoarang figur yang mampu mensinergikan antara ulama dan umaro, ditangan beliau hubungan komunikasi berjalan dengan baik," tutur Bowo.

Senada dikatakan politisi PKB, menurutnya Kyai Edi adalah seorang ulama besar dan seorang pejuang Kota Tangerang.

"Kami dari Fraksi PKB, mengucapkan turut berduka cita atas kepergian Kyai Edi. Beliau adalah ulama besar seorang pejuang, beliau orang baik saya saksinya. Insya Allah beliau husnul khotimah," kata dia.

Sementara Wakil Ketua DPRD Turidi Susanto, juga mengaku sangat kehilangan, aset dan kebanggaan masyarakat Kota Tangerang, Kyai Edi Junaedi.

"Kita dari Fraksi Gerindra turut berbelasungkawa. Beliau ini kan aset Kota Tangerang sebenarnya, kita cukup kehilangan sekali ulama besar ini," ujarnya.

Dimata Turidi, kyai Edi yang kharismatik ini juga sesekali lucu dan suka becanda ketika sedang menyampaikan dakwah-dakwahnya.

"Narasi-narasi dakwahnya pun menyejukan. Dan banyak sekali guyon-guyon beliau yang mengena, mengajari kita untuk bersifat Ahlakul Karimah. Saya kira ini luar biasa," kata dia.

"Kita semua kehilangan bukan hanya keluarga. Kyai Edi Junaedi adalah milik masyarakat Kota Tangerang ini adalah aset besar," pungkas Turidi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui akun Twitter resminya juga menyampaikan berduka cita.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya KH. Edi Junaedi Nawawi (Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Tangerang. Semoga amal kebaikan beliau diterima di sisi Allah SWT," twit @pemkabtangerang.

Kyai Edi Junaedi Nawawi (83) menghembuskan nafas terakhir saat memberikan sambutan pada Musda MUI 2021 Kota Tangerang Rabu (15/09) pagi.

Diketahui Kyai Edi pernah memimpin MUI Kota Tangerang selama tiga periode. Terakhir hingga tahun 2020 yang lalu, kemudian 2021 diangkat menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Tangerang.

Selamat jalan Kyai, doa kami semua menyertai. Semoga diberikan syurgaNya yang terbaik, husnul khotimah. Amin Allahumma Aaminn. (ZIE/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek