Ekonomi
Rabu 17 Februari 2021 22:48
Direktur Banksasuci Ade Yunus memberikan sosialisasi dihadapan Ibu-ibu PKK Sukadiri Tangerang. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

TANGERANG - Sampah merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat. Daya dukung, dan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terbatas sehingga sampah menjadi momok tersendiri yang perlu segera diatasi.

Oleh karena itu berbagai upaya terus dilakukan untuk dapat mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Banksasuci Foundation, Ade Yunus, dalam acara Sosialisasi Bank Sampah yang diselenggarakan oleh TP PKK Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Rabu, (17/02).

Ade menerangkan, dalam rangka mewujudkan penanganan sampah menjadi barang yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, pihaknya telah membuat beberapa program diantaranya adalah Bank Sampah dan Recycle Sampah menjadi Handy Craft yang memiliki nilai ekonomi ditengah pandemi.

“Sebagai wujud peran aktif masyarakat menangani sampah dengan mengubah menjadi barang yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, Program Bank Sampah dan Daur Ulang Sampah, menjadi solusi ditengah Pandemi,” papar Ade.

Ketua TP PKK Kecamatan Sukadiri, Riswi Garsini menjelaskan bawa kaum Ibu-ibu punya peran penting dalam mengatasi persoalan sampah, karena setiap hari berurusan dengan sampah rumah tangga.

“Melalui sosialisasi yang disampaikan Banksasuci ini, kita teredukasi bahwa sampah ternyata punya nilai rupiah dan bisa diolah menjadi menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Sehingga sampahnya teratasi, kesejahteraan masyarakat juga mengiringi,” ujar dia. (EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek