Lapsus
Kamis 07 April 2022 01:14
Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Fraksi PDI Perjuangan, Sumarti. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Pemerintah Kota Tangerang sampai hari ini terus berupaya melakukan penanganan mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda di berbagai wilayah. Tak sedikit anggaran digunakan dalam menangani banjir yang menjadi langganan warga saat hujan tiba.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Sumarti, mengungkapkan, area banjir di Kota Tangerang berjumlah ada 700 hektare.

"Penanganan banjir ini kan terus berjalan. Kemarin kami melaksanakan pembahasan LKPJ sesuai dengan RPJMD, memang jumlah Kota Tangerang ini kan banjirnya itu 700 hektare yah," kata Sumarti kepada BantenExpres di Gedung DPRD, Rabu (06/04).

"Sementara target pak Wali Kota sesuai RPJMD itu 350 hektare. 350 itu sampai 2021 ini tinggal kurang 189," sambung dia.

Tercapai atau tidaknya target penuntasan banjir tersebut, menurut dia, membutuhkan proses dan bertahap. Namun akan terus diawasi.

"Tapi yang jelas, yang tadinya seperti di Dapil Barat (Kecamatan Periuk) itu kan banjir. Alhamdulilah sudah mulai tertangani, walau pun masih was-was," ujar dia.

Sumarti berkata, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan oleh Kota Tangerang sendiri. Karena Kota Tangerang lokasinya strategis, ada pihak provinsi dan pusat.

Oleh karena itu harus bersinergi, duduk bareng untuk menyelesaikan persoalan banjir itu secara bersama.

Bersama Dinas teknis, PUPR, Bapeda serta para Camat, pihaknya (Komisi IV) belum lama ini sudah mendatangi Balai Besar.

"Bagaimana kita mencari solusi, kok kita masih banjir. Tapi memang yah kita di tahun 2020 itu kan ga ada anggaran untuk pembangunan karena ada refocusing," aku dia.

"Kemudian di 2021 secara sporadis baik untuk anggaran murni maupun perubahan, jalan, normal. Yah mudah-mudahan di 2022 ini tidak ada refocusing sehingga tercapai," kata dia lagi.

Kendati demikian, pihaknya juga akan terus mengawal persoalan banjir yang kerap melanda Kota Tangerang, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, provinsi hingga tingkat pusat.

"Karena di Kota Tangerang ini, baik wilayah Barat dan Timur yah memang banjir," tegas Sumarti.

Kalau ada masyarakat mengatakan Pemerintah (Pemkot) Kota Tangerang gagal mengatasi banjir, menurut anda?

"Masyarakat itu mengukurnya gimana yah, karena memang itu kenyataanya. Yah saya sendiri kalau melihat secara umum, yah kenyataan memang masih banjir," cetus dia.

"Tapi tadi, karena memang ada sesuai dengan target RPJMD, luasan berapa sih yang mau ditangani atasi banjir ini, dengan luasan ternyata seluruh Kota Tangerang ini banjirnya ada 700 hektare," kata dia.

"Ambil lah 50 persennya 350 hektare sasaran targetnya," imbuh dia. "Kalau bicara target RPJMD, ya mudah-mudahan kalau gak ada refocusing, insya Allah perubahanya ada," lanjutnya.

"Cuman kalau mengukur gimana sih indikatornya, kita sendiri juga masih bertanya. Kemarin kita sempat bahas dengan PUPR dalam laporan pertanggungjawaban LKPJ, saya menyampaikan sama kawan-kawan Komisi IV bahwa Pansus IV ini menyampaikan, lah kenyataan yang kita lihat masyarakat masih mengeluh persoalan banjir," tuntas politisi PDI Perjuangan ini.

Terpisah, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menegaskan akan terus berupa dalam penanganan genangan air hingga banjir di kota berjuluk Kota Ahlaqul Karimah.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Kota Tangerang ini dalam kesempatan meninjau langsung titik-titik lokasi di wilayah yang terjadi genangan dan banjir akibat hujan deras yang terjadi pada Selasa (05/04) kemarin itu.

"Kami terus berupa dalam penanganan genangan air hingga banjir, petugas juga sudah turun ke lokasi dari kemarin untuk melakukan evakuasi hingga pembersihan saluran-saluran agar air bisa segera surut. Karena memang kemarin intensitas hujannya tinggi jadi air cepat naik kepermukaan," jelas Wali Kota, Rabu (06/04).

Wali Kota juga menginstruksikan Dinas PUPR Kota Tangerang untuk melakukan langkah-langkah antisipasi banjir serta genangan jika terjadi kembali hujan dengan intensitas tinggi.

"Segera lakukan langkah antisipasi, prioritaskan yang benar-benar urgent, periksa pompa-pompa banjir agar pompanya bisa terus bekerja dengan maksimal, untuk Kali Sabi mutlak harus dilakukan normalisasi kembali," ujar dia.

"Serta lakukan perbaikan dan upgrade apabila tanggul ada yang rembes atau kurang tinggi untuk mencegah air tidak meluap," pinta Wali Kota Tangerang menegaskan.

(ZIE/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek