Hukum_Kriminal
Senin 28 Juni 2021 18:42
Ilustrasi - Barang haram narkotika jenis sabu. (FOTO: Dok-Istimewa)
\"Share

TANGERANG - Polres Metro Tangerang Kota merilis kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Kasus ini merupakan pengembangan yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Sat Resnarkoba Polres Metro Tangerang Kota.

Total sabu yang berhasil diamankan seberat 924,72 Gram yang dilakukan 3 orang tersangka yakni HS (31), SU (36) dan WY (34). Ketiga diringkus di waktu dan lokasi yang berbeda.

HS diringkus di rumahnya di Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Sabtu, (5/6/2021), SU di Ronda, Karawaci, Kota Tangerang, Rabu, (16/6/2021). Sementara, WY di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Senin, (21/6/2021).

Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo mengatakan jajarannya mengamankan 7 bungkus sabu dari masing-masing tersangka.

Dari tersangka HS polisi mengamankan 1 bungkus sabu seberat 102 gram. Lalu, SU 3 bungkus sabu seberat 680,72 Gram. Kemudian, 3 bungkus sabu seberat 142 gram dari WY.

"Jumlah keseluruhan barang bukti narkotika jenis Sabu yang berhasil disita sebanyak 924,72 gram," kata Pratomo kepada awak media di Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin (28/06).

"Hasil pemeriksaan bahwa dalam peredaran narkotika jenis Sabu ini dikendalikan dari dalam Lapas Jakarta, Lapas Tangerang dan Lapas Bogor," ungkap Pratomo.

Pratomo juga mengungkapkan kalau SU merupakan kurir dari sindikat jaringan Lapas di wilayah Tangerang. Dalam proses membagi narkotika jenis Sabu dalam paketan kecil dilakukan disebuah Hotel di Tangerang.

Barang haram itu selanjutnya diedarkan dengan cara berkeliling wilayah Tangerang dengan Modus Operandi sistem tempel. Salam setiap mengedarkan Sabu SU mendapat upah sebesar Rp 15 juta.

"Dalam mengedarkan (sabu) dikendalikan oleh KD yang statusnya DPO. Disinyalir dia ada di Lapas Tangerang," beber Pratomo.

Saat ini ketiga tersangka tengah meringkuk di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Metro Tangerang Kota.

Ketiganya dijerat dengan pasal  114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahuan 2009 tentang Narkotika. Dipidana dengan pidana mati, seumur hidup atau paling singkat 6 Tahun dan Paling lama 20 tahun.

Dilaporkan sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan, bahwa perang melawan narkoba tidak boleh kendur meskipun pandemi Covid-19 tengah melanda. Menurut Puan, virus Corona membahayakan kesehatan, namun narkoba bisa membinasakan masa depan.
 
“Daya rusak narkoba bagi sebuah bangsa sudah sangat nyata. Apalagi banyak korban adalah anak-anak muda, ini sangat mengkhawatirkan. Kalau generasi muda kita rusak oleh narkoba, mau dibawa ke mana masa depan bangsa ini?” kata Puan dalam siaran pers dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Sabtu (26/06). (GUNG/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek