Hukum_Kriminal
Kamis 11 Maret 2021 23:47
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi. (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

PANDEGLANG - Intelkam Polres Pandeglang bersama Polsek Cigeulis berhasil mengamankan sekira 16 orang diduga penganut aliran sesat mengadopsi dari aliran Hakekok, Kamis (11/03).

Kelompok aliran sesat tersebut diamankan oleh petugas saat sedang ritual di wilayah Perkebunan Sawit PT. Globalindo Agro Lestari (GAL), di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.

Pemimpin aliran kepercayaan yang diduga sesat atas nama Arya (52), warga Kampung Polos, Desa Waringin Kurung, Kecamatan Cimanggu, juga turut diamankan petugas.

Menurut Kasat Intelkam Polres Pandeglang AKP Sely Eldiansyah yang memimpin langsung aksi pengamanan terhadap kelompok aliran sesat.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas membawa kelompok aliran sesat ini ke Polsek Cigeulis dan kemudian dibawa ke Polres Pandeglang.

Dari hasil interogasi sementara, diduga pimpinan aliran sesat tersebut telah mengajak jemaahnya untuk mandi secara bersama-sama tanpa mengenakan busana.

Ritual mandi bersama tanpa busana tersebut diikuti sebanyak 16 orang terdiri dari 5 orang anggota perempuan, 8 orang anggota laki-laki, dan 3 orang anak-anak.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi membenarkan anggotanya telah mengamankan kelompok aliran yang diduga sesat. Hingga sore ini, sejumlah anggota aliran sesat diamankan di Mapolres Pandeglang.

“Betul saat ini sudah kami amankan, dan mereka sedang menjalani pemeriksaan di Polres,” kata Kapolres Hamam

Aliran tersebut diadopsi dari ajaran Hakekok yang di bawa oleh Abah Edi (almarhum). Kemudian diteruskan oleh Arya dengan ajaran Balaka Suta Pimpinan Abah Surya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi membenarkan terkait penangkapan tersebut.

"Benar Polres Pandeglang telah bergerak cepat mengamankan 16 orang yang melakukan ritual yang tidak lazim di lakukan oleh masyarakat, yaitu mandi bersama tanpa kenakan busana. Dan dari hasil pendalaman sementara saat ini, dugaan masih kepada aliran kepercayaan," terang Edy Sumardi.

"Dan Polres Pandeglang juga sudah berkoordinasi dengan Bakorpakem yaitu Kejari untuk bersama-sama mengambil langkah antisipasi," sambung dia.

Pihaknya juga mengimbau kepada para tokoh agama untuk bersama-sama dengan Polri dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. (MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek