Nasional
Jumat 18 Agustus 2023 21:06
Al Muktabar bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengikuti Rakor di kantor Menko Marves Luhut, Jakarta Pusat. (FOTO: Dok-Humas)
\"Share

BANTENEXPRES - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen penuh dalam menekan pencemaran udara dan memperbaiki kualitas udara di tanah Jawara Banten.

Hal tersebut dikatakan Muktabar seusai mengikuti rapat koordinasi bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, terkait permasalahan pencemaran polusi udara di Jabodetabek. Rakor dilaksanakan di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (18/08).

Muktabar menyampaikan, saat ini pihaknya telah melakukan inventarisasi emisi kendaraan dan baku mutu pencemaran udara guna mengidentifikasi sumber pencemaran udara yang berkontribusi kepada polusi terhadap partikel udara Particulate Matter (PM2.5).

Dijelaskan, partikel PM 2.5 bisa meningkat karena udara panas dan polusi lingkungan. Jika dihirup, partikel udara ini bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh terutama pada paru-paru.

Maka dari itu, lanjut dia, Pemprov Banten serius dalam menekan pencemaran udara serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menangani polusi udara. Salah satu yang dilakukan pihaknya adalah dengan menginventarisir industri-industri berbasis bahan baku batu bara serta kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang melakukan mobilisasi antar Provinsi yaitu ke DKI Jakarta.

"Kita mendukung penuh langkah-langkah Pemerintah Pusat terkait dengan pengendalian polusi udara karena itu memang sangat berbahaya. Ini bukan tugas Pemerintah saja melainkan tugas kita bersama," kata Muktabar dalam keterangan tertulisnya.

Dikatakan Muktabar, Provinsi Banten yang berdekatan dengan DKI Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi atau wilayah aglomerasi, sudah siap dengan beberapa kebijakan yang diambil jika sudah ada aspek regulasi yang dikeluarkan Pemerintah Pusat terhadap pencemaran udara dan penekanan kualitas udara.

"Kita juga sudah siap dengan instrumen bila langkah-langkah yang harus dilakukan seperti penerapan Work From Home (WFH) bagi pegawai khususnya di kawasan aglomerasi termasuk Tangerang," bebernya.

Rapat Koordinasi (Rakor) Permasalahan Pencemaran Udara di Jabodetabek ini dipimpin langsung oleh Kemenko Marves RI Luhut Binsar Pandjaitan, dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Serta sejumlah kepala daerah.

Dalam kesempatan ini, Menko Marves Luhut menyarankan kewajiban pakai masker digalakkan kembali. Alasannya, bukan karena takut penyebaran COVID-19, namun untuk menghindari paparan polusi udara.

Dia menyarankan agar pihak-pihak yang bekerja di luar ruangan kembali mengenakan masker seperti saat pandemi COVID-19. Misalnya dia mencontohkan para polisi yang bekerja langsung di jalan.

"Jadi sekarang kita harus wajibkan mulai (pakai) masker lagi, kita sarankan, terutama teman-teman polisi kita sarankan harus pakai masker," kata Luhut.

Dilansir situs IQAir, beberapa daerah di Banten jadi juara polusi udara tingkat nasional pada Rabu pagi (16/08) kemarin. Seperti Kota Serang, Kota Tangerang bahkan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi kota dengan indeks polusi udara terburuk. Terlebih Ibu Kota Jakarta menduduki top rangking dunia udara tidak sehat.

(MUH/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek