Pendidikan
Selasa 14 Juni 2022 18:57
Andri Yanto saat melakukan aksi unjuk rasa kecurangan proses PPDB di Kota Tangerang beberapa waktu lalu. (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2022/2023 telah dibuka serentak secara nasional. Baik tingkat SD, SMP, SMA/SMK Negeri.

Diketahui, berdasarkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021, Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru dan Surat Edaran Menteri Dalam Negri tertulis bahwa pelaksanaan PPDB dimulai sejak awal Mei melalui jalur pendaftaran online yang secara ketentuan teknis.

Kemudian, alur pelaksanaan dan penerimaan menjadi tanggung jawab setiap pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota melalui dinas pendidikan bersama-sama membentuk peraturan petunjuk teknis dan petunjuk pelakasana agar PPDB tahun ini dapat berjalan dengan aman dan tertib.

Daerah Provinsi Banten tahun ini adalah tahun kelima melaksanakan seleksi PPDB berbasis online di jenjang pendidikan dasar dan menengah dimana untuk jenjang pendidikan TK, SDN, SMPN menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, kabupaten dan kota melalui dinas pendidikan dan kebudayaan setempat.

Sedangkan untuk SMAN, SMKN dan SKH dalam Peraturan Gubernur Banten Nomor 18 Tahun 2019 yang secara teknis dan administrasi menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
 
Dengan mempertimbangkan pelaksanaan PPDB ditahun sebelumnya, ternyata dalam wilayah Provinsi Banten masih banyak ditemukan laporan dan keluhan masalah yang dialami oleh setiap orang tua dan wali murid pada saat berlangsungnya proses penerimaan dan pendaftaran disetiap sekolah negeri.

Sehingga berdampak pada terhambatnya akses penerimaan peserta didik yang memungkinkan sekali  terjadinya pungutan liar yang merugikan masyarakat dan bentuk pelanggaran lainnya.

Padahal dalam PPDB tersebut sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis, karena PPDB bertujuan untuk mendorong pemerintah disetiap daerah agar dapat meningkatkan akses layanan pendidikan yang berkeadilan, transparans, akuntabel serta non diskriminatif.

Aktivis Tangerang Raya Andri Yanto, menyatakan untuk saling bersinergi dalam mengawal serta mengawasi pelaksanaan PPDB tahun 2022 untuk SMA/SMK Negeri di wilayah Provinsi Banten.

"Serta kami mengajak masyarakat untuk turut bersama-sama berpartisipasi aktif dalam mengawal dan mengawasi dengan melaporkan segala bentuk kecurangan selama proses PPDB berlangsung, agar PPDB terlaksana secara objektif, transparan dan akuntabel," tutur Andri dalam keterangan tertulis, Selasa (14/06).

"Karena setiap masyarakat wajib mendapatkan akses pendidikan yang mudah, berkeadilan dan merata," sambung Ketua Gema Anak Indonesia Bersatu (GAIB) Kota Tangerang ini.

Andri juga menegaskan akan mengawal proses PPDB di tingkat Provinsi Banten ini dari segala bentuk kecurangan maupun manipulatif.

Selain itu, ia juga menyampaikan pihaknya siap bekerjasama dengan elemen masyarakat lainya dalam mengawal proses PPDB itu.

"Juga pastinya kami pun siap bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan pihak-pihak terkait. Dalam rangka mensukseskan PPDB," ujarnya.

"Karena bagaimana pun pendidikan adalah hak mendasar bagi generasi bangsa, semoga anak-anak itu mendapatkan haknya. Dan dinas juga sukses melaksanakan PPDB," kata dia lagi.

Disisi lain, ia juga siap melaporkan ke Ombudsman RI bila ada temuan kecurangan atau pelanggaran berat yang terjadi selama proses PPDB tersebut.

"Saya berharap, PPDB tahun ini tidak ada persoalan atau masalah yang dapat menciderai penerimaan peserta didik baru. Dan kami juga akan membuka posko advokasi bagi masyarakat yang merasa dirugikan," demikian Andri Yanto menegaskan.

(ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek