Nasional
Minggu 14 Februari 2021 14:26
Presiden Jokowi bertolak ke Pacitan Jawa Timur meresmikan bendungan Tukul, Ahad (14/02). (FOTO: BiroPres)
\"Share

BANTENEXPRES - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Tukul, Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), Ahad (14/02) siang.

Presiden di dampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno  yang langsung disambut oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Alhamdulillah siang hari ini, Bendungan Tukul yang telah dimulai (pengerjaannya) enam tahun yang lalu dengan biaya Rp.916 miliar hari ini sudah selesai dan siap difungsikan,” ujar Presiden mengawali sambutannya di peresmian.

Kepala Negara mengungkapkan, terdapat 65 bendungan di seluruh Tanah Air yang telah mulai dibangun sejak enam tahun yang lalu yang beberapa di antaranya juga telah selesai pengerjaannya dan diresmikan, seperti Bendungan Raknamo dan Rotiklot di Nusa Tenggara Timur.

kemudian Bendungan Tanju dan Bendungan Mila di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Teritip di Kalimantan Timur, Bendungan Gondang di Jawa Tengah, Bendungan Sei Gong di Kepulauan Riau, Bendungan Nipah di Jawa Timur.

“Dan hari ini (diresmikan) Bendungan Tukul di Pacitan, Jawa Timur, selain nanti minggu depan ini kita akan resmikan lagi Bendungan Napun Gete di NTT, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, dan Bendungan Sindangheula di Banten,” ujar Presiden dilansir laman setkab.go.id, Ahad (14/02).

Bendungan-bendungan tersebut, tegas Presiden, memiliki peran yang sangat penting untuk pengendalian banjir, mengairi sawah atau irigasi, dan juga penyediaan air baku.

“Yang di sini nanti kurang lebih 300 liter per detik dan tentu saja ini adalah untuk warganya Bapak Bupati Pacitan. Dengan kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar yaitu 600 hektare sawah sehingga meningkatkan indeks pertanaman dari biasanya 1 kali, 1 kali tanam padi dan 1 kali tanam palawija, menjadi 2 kali tanam padi dan 1 kali tanam palawija,” beber presiden.

Sementara dapat diinformasikan, Bendungan Sindangheula Serang-Banten sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), bendungan ini rencananya dapat menyediakan air baku untuk Kabupaten Serang dan Kota Serang sebesar 800 liter/detik, suplai irigasi 800 liter/detik untuk Daerah Irigasi Cibanten, dan jadi pengendali banjir di dua kawasan tersebut.

Bendungan Sindangheula menghabiskan total biaya sebesar Rp.458 miliar. Bendungan yang bakal dijadikan destinasi wisata ini memiliki luas genangan sebesar 115 hektar bermanfaat besar bagi masyarakat di Kabupaten Serang, Kota Serang juga Kota Cilegon untuk irigasi di Daerah Irigasi Cibanten seluas 1.289 hektar. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek