Politik
Senin 13 Juli 2020 23:07
Wakil Ketua I DPD KNPI Kota Tangerang, Ryan Erlangga. (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

TANGERANG - Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB yang dilakukan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, merupakan ikhtiar pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona [Covid-19], khususnya di wilayah Tangerang Raya. Demikian disampaikan Ketua DPD KNPI Kota Tangerang, Uis Adi Dermawan.

Bahwa dalam memperpanjang PSBB pastinya sudah melalui proses kajian ilmiah dan fakta dilapangan. Hal ini juga tentu berdasarkan masukan dari pimpinan daerah (bupati dan walikota) serta didukung oleh TNI dan Polri sehingga tidak sembarangan dalam menentukan PSBB, menurut Uis.

"Pastinya ada rapat evaluasi dan penuh pertimbangan untuk memperpanjang PSBB di Provinsi Banten, khususnya di Kota Tangerang,” ujar Uis kepada awak media di Tangerang, Senin (13/07).

“Jadi kami yakin PSBB ini memang sudah tepat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang masih lemah, apalagi tidak ada PSBB," sambung dia.

Buktinya, kata dia, dengan diperpanjangnya PSBB di Provinsi Banten mampu mengeluarkan Banten dari zona merah penyebaran covid-19 secara nasional.

"Kita sebagai masyarakat harus optimis dan mendukung kebijakan yang diambil oleh Pemerintah. Sebab, ini untuk kepentingan masyarakat," ucapnya.

BACA JUGA: Siap-Siap Polres Metro Tangerang Akan Panggil Pengemplang Uang PKH

Ia mengajak masyarakat untuk sama-sama mematuhi protokol kesehatan dan ketentuan PSBB yang diterapkan pemerintah.

“Budaya menjaga kesehatan dengan berjemur, cuci tangan, minum vitamin dan menggunakan masker harus terus dijaga karena kewaspadaan menjadi penting ditengah pandemi ini,” tegas Uis.

Namun, hal berbeda disampaikan Wakil Ketua I DPD KNPI Kota Tangerang, Ryan Erlangga, bahwa saat ini PSBB sejatinya sudah tidak relevan lagi untuk diperpanjang mesti memang ada banyak kelonggaran.

"Ya seharusnya PSBB harus disudahi. Tapi masyarakat tetap diimbau untuk menjaga protokol kesehatan," Ryan dalam keterangan tertulsinya kepada BantenExpres, di Tangerang, Senin (13/07).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Banten harus dapat melihat kondisi rill masyarakat di Tangerang Raya. "Regulasi soal perpanjangan PSBB juga terlalu banci, terkesan pilih kasih, ini boleh itu gak boleh padahal dilokasi yang sama, ini kan aneh banget," ujar dia.

"Kalau sudah terjadi begitu, jangan salahkan masyarakat yang akhirnya kehilangan trush terhadap pemerintah. Atau jangan-jangan PSBB diperpanjang terlalu politis, karena bantuan masih belum tersalurkan maksimal," cetus Ryan.

BACA JUGA: Aihhh! Ternyata Uang Bansos Covid-19 Kota Tangerang Buat Cadangan

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim menjelaskan pelaksanaan PSBB di wilayah Tangerang Raya akan terus dievaluasi. Kelonggaran kegiatan diberikan kepada kegiatan yang memiliki resiko rendah terhadap penularan. Sementara untuk kegiatan yang berisiko sedang, agak tinggi, dan tinggi tetap akan dibatasi.

"Kita membutuhkan waktu sampai terjadi internalisasi diri. Kalau sudah menyatu, dan sudah jadi ter-institusionalisasi, Insya Allah tanpa sosialisasi lagi kita akan sudah terbiasa dan merasakan pentingnya dan manfaat suatu kehidupan baru," papar Gubernur Banten, di Serang, Ahad (12/07).

"Kalau PSBB ini tidak kita lanjutkan saya khawatir. Karena ada tugas kita yang harus kita optimalkan. Jangan sampai kalau kita cabut PSBB akan terjadi euforia, masyarakat kembali seperti semula dan lupa," tegas Gubernur Banten.

Seperti diketahui, PSBB Kota Tangerang diperpanjang hingga tanggal 26 Juli 2020. Perpanjangan PSBB juga berlaku untuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang, kini PSBB di Tangerang Raya memasuki seri keenam. (ZIE/MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek