Hukum_Kriminal
Rabu 02 Oktober 2019 08:43
Gubernur Wahidin Halim didampingi wakilnya Andika Hazrumy dalam suatu kesempetan. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan, pihaknya siap menjemput belasan warga Banten yang ada di Papua jika memang menginginkan warga tersebut ingin pulang ke Banten terkait keamanan di Papua.

"Saya sudah perintahkan Kesbangpol dan BPBD untuk menjemput ke Papua. Kita akan biayain untuk jemput ke sana," ucap Gubernur Banten susai rapat pimpinan di Bappeda Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (01/10).

Gubernur mengatakan, selaku Gubernur Banten akan membela masyarakatnya yang membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, ia langsung memerintahkan Kesbangpol dan BPBD Banten untuk segera berangkat ke Papua mengecek warganya yang ada di Papua dan menjemputnya jika memang ingin pulang.

"Saya akan bela rakyat saya," tegas eks Walikota Tangerang ini. Ia juga mengaku sudah mendapatkan laporan terkait belasan warga Banten yang ada di Papua dan menginginkan pulang ke Banten. "Jumlahnya berapa tadi. Ada 16 kalau enggak salah," kata dia.

Bahkan dalam kesempatan tersebut Gubernur Banten langsung merintahkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Banten Kusmayadi segera berkordinasi dengan Kepala Kesbangpol Banten untuk secepatnya melakukan langkah-langkah.

"Kalau bisa besok harus sudah berangkat," ujar Gubernur Banten Wahidin Halim seperti dikutip laman Antara.

BACA JUGA: Wartawan di Banten Kecam Kekerasan yang Dialami Jurnalis

Seperti diketahui Aksi damai yang berujung ricuh kembali terjadi di Wamena, Jayawijaya, Papua pada pekan kemarin,  sejumlah kantor pemerintahan dan warga terbakar.

Para saksi di lokasi mengatakan, perusakan dan pembakaran sejumlah gedung (fasiltas) umum di kota Wamena, Jayawijaya, terjadi setelah massa terprovokasi dengan bunyi tembakan berturut-turut.

Tercatat puluhan orang menjadi korban dalam kerusuhan tersebut. Tak hanya penduduk asli, masyarakat dari luar Papua pun turut menjadi korban. Bahkan tak sedikit masyarakat dari luar kota tersebut untuk sementara waktu pulang ke kampung halamannya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, dimotori dua gerakan, yakni Organisasi Papua Merdeka ( OPM) dan tokoh separatis Papua Benny Wenda.

"Dari hasil kajian ini semua satu gerakan yang dimotori oleh dua kekuatan. Pertama, dari kekuatan OPM yang sejak dulu ada dan belum habis walaupun jumlahnya kecil. Tapi, jelang sidang KTT HAM di Sidang Umum PBB, mereka berusaha menunjukkan eksistensi bergabung dengan kekuatan Benny Wenda," kata Wiranto dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (30/09). (GUNG)

BACA JUGA: Pemprov Banten Segera Wujudkan Destinasi 'Negeri di Atas Awan'

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek