Hukum_Kriminal
Jumat 03 Juni 2022 12:46
Direktur Sawit Watch Achmad Surambo. (FOTO: Dok-Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES - Pada tanggal 18 Januari 2022 perkumpulan Sawit Watch menyampaikan laporan kepada KPK atas dugaan tindak pidana korupsi pada PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) milik Syamsuddin Andi Arsad alias Haji Isam. Namun, sampai dengan tanggal 2 Juni 2022 ini belum juga menerima tanggapan dari KPK.

Direktur Sawit Watch Achmad Surambo, menjelaskan, laporan itu dilakukan dengan dasar adanya oknum Direksi PT Inhutani II mengadakan kerja sama perkebunan sawit di sebagian area IUPHHK-HA bersama PT MSAM pada 19 Juni 2017 yang lalu.

Sawit Watch menduga kerja sama tersebut tidak sesuai dengan SK 193/2006, sebab kawasan hutan PT Inhutani II digunakan sebagai perkebunan sawit tanpa memperoleh persetujuan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK).

Dalam keterangan tertulis, Jumat (03/06) Achmad Surambo mengatakan, kerja sama perkebunan sawit ini tanpa persetujuan Menteri.

"Juga disinyalir bermaksud mengalihkan kekayaan negara berupa hutan kepada oknum korporasi secara tidak sah," kata dia.

Sementara itu, Kepala Departemen Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat Sawit Watch Doni menyampaikan penerbitan HGU kepada perusahaan milik Haji Isam (PT MSAM) menyebabkan hilangnya hutan negara seluas 8.610 ha.

“Menjadi pertanyaan sampai hari ini, kenapa laporan kami ke KPK sejak kurang lebih 5 bulan yang lalu belum mendapat respon dari KPK? Bisa diduga bahwa Haji Isam ini termasuk elit yang kebal hukum," kata Doni.

Pihaknya (Sawit Watch) sudah melaporkan kejadian ini ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan KPK akan tetapi tidak ada respon hingga hari ini.

Saat ini mereka melanjutkan laporan itu ke Kepolisian dan berharap mendapat respon yang baik sehingga kasus ini bisa diusut lebih dalam.

“Kami sudah melapor ke KLHK tapi tidak ada tanggapan, ke KPK pun sama, saat ini sudah melapor ke pihak Kepolisian. Semoga ditanggapi dengan baik," Achmad berharap.

(GUNG/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek