Lapsus
Sabtu 01 Juni 2019 15:52
Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam suatu kesempatan di Kota Tangerang tahun 2010 lalu. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono Istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggal dunia usai menjalani perawatan medis beberapa bulan di National University Hospital (NUH), Singapura,  Sabtu (01/06) sekira pukul 11.50 waktu Singapura. Ani meninggal karena penyakit kanker darah yang diderita.

Ani pertama kali dirawat karena kanker darah pada 2 Februari 2019. Selama menjalani pengobatan, Ani selalu didampingi oleh SBY. Anak dan menantunya pun silih berganti menjaga Ani.

Sebelum dinyatakan meninggal, Ani sudah beberapa kali menjalani tindakan medis, salah satunya transplantasi sumsum tulang belakang yang didonorkan oleh adiknya, yakni Pramono Edhie Wibowo. Namun, operasi tersebut tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap kesembuhan Ani. Bahkan, Ani sempat mendapat perawatan intensif di ICU beberapa hari usai operasi.

Selain keluarga, dukungan bagi Ani juga datang dari sejumlah pihak, salah satunya dari Presiden Joko Widodo. Selain menjenguk langsung, Jokowi dikabarkan telah memerintahkan dokter kepresidenan berkoordinasi dengan dokter NUH untuk menangani Ani.

Selanjutnya, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan wakilnya Teo Chee Hean juga pengah menjenguk Ani di NUH. Keduanya terlihat bertemu dan menyemangati Ani yang terbaring di dalam ruangan khusus.

Sejumlah tokoh nasional juga tercatat pernah menjenguk Ani di Singapura, seperti Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Sinta Nuriyah, Boediono, Khofifah Indar Parawansa, Anies Baswedan, Syafruddin, Agus Martowardojo, Sri Mulyani, Mahfud MD, hingga Dahlan Iskan.

Ani meninggal di usia 66 tahun. Perempuan kelahiran Yogyakarta ini merupakan putri dari mantan Panglima RPKAD Letnan Jenderal purnawirawan Sarwo Edhie Wibowo. Ani sempat menempuh pendidikan sebagai mahasiswi kedokteran Universitas Kristen Indonesia sebelum mengundurkan diri karena mengikuti ayahnya bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

Hingga sore ini, lini massa atau sosial media dibanjiri ungkapan duka cinta yang mendalam atas wafatnya Ani Yudhoyono. Seperti di Twitter tagar #RIPAniYudhoyono. Berbagai komentar netizen mengungkapkan kesedihan dan kehilangan sosok Ibu Negara yang terakhir menduduki karir politik, Ani tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Demokrat.

Seperti unggahan akun Twitter resmi DPR-RI di @DPR_RI mencuit, “Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Negara Indonesia 2004-2014, Ibu Ani Yudhoyono. Semoga amal ibadah Ibu Ani diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan ketabahan #RIPAniYudhoyono #SelamatJalan”, diposting dengan sebuah foto Ibu Ani.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Kristiani Herrawati Yodhoyono atau Ani Yudhoyono. Ucapan belasungkawa itu disampaikan Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Bogor, sesaat yang lalu.

"Saya atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke Rahmatullah ibu Kristiani Herrawati binti Sarwo Edhi Wibowo, ibu Ani Yudhoyono, istri Presiden keenam bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada usia 67 tahun," kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengajak rakyat Indonesia berdoa bagi almarhumah agar diterima dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran.

Terasa bergetar dan sedih membaca isi beranda lini massa Twitter atas ucapan dan unggahan yang mengharukan dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia atas kepergian Ani Yudhoyono. Selamat Jalan Ibu Ani, Semoga Diberikan SyurgaNya Yang Terbaik, Amin Allohumma Aaminn… (ZIE/SEL)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek