Ekonomi
Rabu 13 Januari 2021 20:18
Bus Tayo menjadi salah satu andalan transportasi publik di Kota Tangerang. (FOTO: Humas)
\"Share

BANTENEXPRES - Pemerintah Kota Tangerang dalam sepekan ini meluncurkan transportasi publik, yakni angkot Si Benteng pada Minggu (10/01) kemarin, dan Bus Tayo koridor IV, hari ini Rabu (13/01).

Dengan diluncurkanya angkutan umum, Pemkot Tangerang minta masyarakat dapat beralih ke moda trasnportasi ini, yakni naik angkutan umum dengan fasilitas mewah juga rasa nyaman dan aman.

Namun, kebijakan Pemkot Tangerang meluncurkan transportasi publik dimasa pandemi Covid-19 dan saat pemerintah tengah menerapkan PSBB besar-besaran Jawa-Bali guna memutus rantai Corona ini, dinilai kontradiktif.

"Bukankah pemerintah pusat tengah meningkatkan PSBB Jawa Bali, tapi Pemkot Tangerang malah menambah transportasi si Benteng, ini lucu dan kontras," ketus aktivis senior Imam Supomo, di Karawaci Tangerang, Rabu (13/01).

Menurut dia, meskipun tarifnya gratis, tapi sangat kontras. Pusat meningkatkan PSBB sementara Pemkot memfasilitasi transportasi.

"Bukankah dengan adanya PSBB itu kita, warga masyarakat disuruh untuk mengurangi segala kegiatan dan aktivitas khususnya diluar rumah," kata Imam.

"Coba sekarang Pemkot Tangerang fokus menangani Covid-19 sesuai arahan presiden, bukan perkara-perkara yang kurang efektif dan tidak urgent," pinta dia.

Senada disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Saeroji, kebijakan Pemkot Tangerang meluncurkan transportasi publik dimasa pandemi adalah kontradiktif.

"Makanya kadang kebijakannya kontradiktif dengan aturan," kata dia.

Menurut politikus PKS ini, PPKM atau PSBB dimulai agar supaya masyarakat jangan banyak menggunakan kendaraan umum.

"Ehh diluncurkan angkot, si Benteng. Sabar kenapa sih sehabis tanggal 25 gitu," ucapnya merujuk akan berakhirnya masa PSBB yang digelar pemerintah.

Terpisah, Direktur Kebijakan Publik Ibnu Jandi berpandangan, bahwa peluncuran angkot si Benteng dan Bus Tayo koridor baru (IV) adalah dua hal yang berbeda.

"Mengenai masalah pandemi dan peluncuran si Benteng dan si Tayo sebagai alat transportasi masyarakat menjadi dua hal yang berbeda," kata Jandi saat dihubungi BantenExpres, Rabu (13/01).

Pertama, menurut dia, pandemi tidak bisa diprediksi kapan bisa berakhir karena Covid-19 makhluk Allah SWT. "Kedua, virus Covid-19 tetap bergerak sekalipun sudah ada vaksinya," ujarnya.

Jandi berkata, si Benteng dan si Tayo tidak boleh terjebak pada persoalan pandemi dan adalah sebagai bentuk pelayanan Pemda Kota Tangerang kepada masyarakatnya.

"Si Benteng dan si Tayo adalah bentuk terobosan kebijakan yang jitu dan fantastis untuk manjadi alat transportasi yang modern dan menjadi alat transportasi yang digemari oleh masyarakat "trus"," demikian Jandi menegaskan pendapatnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Tangerang kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengingat Kota Tangerang masuk dalam wilayah yang wajib menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Pemerintah Pusat.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan salah satu point penting dalam pelaksanaan PSBB di wilayahnya adalah pembatasan kegiatan yang sifatnya olahraga, rekreasi dan hiburan mulai tanggal 11 hingga 25 Januari 2021.

"Mulai hari ini fasilitas olahraga baik yang dikelola oleh Pemkot maupun swasta untuk sementara waktu ditutup," kata dia seusai rapat di Pendopo Kisamaun, Tangerang, Senin (11/01).

"Jika tidak ada urusan penting, masyarakat diimbau untuk beraktivitas di rumah saja. Jika melanggar PSBB maka akan dikenakan sanksi," tambah dia.

Dan mengingat kasus Covid-19 masih terus meningkat di Kota Tangerang, Walikota juga memprioritaskan keselamatan masyarakatnya.

"Instruksi saya sangat jelas untuk memprioritaskan masyarakat agar selamat dari Pandemi Covid-19," tegas Walikota. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek