Lapsus
Kamis 12 November 2020 17:02
Ilustrasi - Pemerintah terus mensosialisasikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. (FOTO: IST)
\"Share

TANGERANG - Pemerintah sedang mengupayakan vaksinasi untuk masyarakat Provinsi Banten demi menekan penyebaran COVID-19.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan teritorialnya akan menerima kuota vaksin untuk 8.137.000 orang.

"Simulasinya digelar November atau Desember ini," kata Gubernur kepada awak media disalah satu rumah makan, kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (12/11).

Pria yang akrab disapa WH ini menuturkan kuota vaksinasi diutamakan untuk tim medis. Setelah para medis, vaksinasi ditujukan untuk para petugas seperti Satpol PP.

"Lalu untuk Gugus Tugas, wartawan, dan masyarakat biasa," jelas dia.  

Wali Kota Tangerang dua periode ini juga menyampaikan perkembangan daerah zona oranye penyebaran COVID-19 di Banten yang berkurang dari delapan menjadi enam kabupaten atau kota.

Saat ini, dua daerah yaitu Kabupaten Tangerang dan Pandeglang telah berubah warna menjadi zona kuning.

WH menambahkan walaupun kondisi semakin baik dan tingkat penyembuhan semakin tinggi, tetapi jumlah masyarakat yang terpapar juga semakin tinggi.

"Tingkat kesembuhan sekarang 89 persen. Selama virus masih ada, kami tetap berlakukan PSBB dengan pelonggaran," kata dia.

Sementara itu, pihaknya (Pemerintah Provinsi Banten) mempertimbangkan sekolah dibuka untuk kegiatan belajar mengajar secara luring atau tatap muka di tengah pandemi COVID-19.

WH mengatakan diperkirakan sekolah dibuka pada akhir tahun 2020.

"Anak sekolah perkiraan Desember," ujar dia.

Namun, ada syarat untuk sekolah yang diperbolehkan buka secara luring, yakni jika kondisi penyebaran kasus COVID-19 di wilayah kabupaten atau kotanya berstatus zona hijau, menurut dia.

"Nanti dilihat dari kondisi lingkungannya," Gubernur Banten Wahidin Halim mengakhiri perbincangan dengan awak media. (GUNG/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek